Tak Ada Lahan Parkir, Damri Enggan Bayar Retribusi

KABAR SUMEDANG – Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang kebingungan dengan ulah salah satu angkutan umum jurusan Tanjungsari-Bandung yaitu Bus DAMRI. Perusahaan ini sudah menunggak retribusi mulai Januari sampai Maret 2014 ini.

Ketika dikonfirmasi oleh dishub, perusahaan menyebutkan penyebab menunggak adalah kesengajaan. Pasalnya, Pemkab Sumedang tidak mau menyediakan lahan parkir ketika bus menaikkan penumpang.

“Kami jadi bingung kenapa alasannya seperti itu, soalnya kan sebelumnya tidak ada masalah soal lahan parkir itu. Tahun lalu DAMRI juga membayar retribusi, kenapa sekarang dipermasalahkan,” kata Kepala UPTD Terminal Sumedang Sule Sulaeman, Minggu (27/4/2014).

Sule mengaku lahan parkir DAMRI ini memang berubah setelah ada penataan pasar Tanjungsari. Tempat mangkal bus dipindah dari semula di halaman depan pasar kini di berada sekitar 100 meter ke arah timur. Lahan ini cukup luas dan bisa menampung 3-4 bus agar bisa keluar dan masuk bergantian.

Sementara, retribusi yang harus dibayar Damri untuk trayek ini adalah Rp4.700.00 setiap bulannya. Sejak Januari 2014, perusahaan ini telah menunggak Rp15.100.000.

Kepala Perum DAMRI Bandung Sadio membenarkan jika retribusinya belum dibayar. Namun, sikap ini justru agar Pemkab Sumedang mengerti bahwa sebenarnya perusahaan tidak harus bayar retribusi karena tidak ada lahan parkir yang menjadi fasilitas dari pemkab untuk angkutan ini.

“Ya iyalah tidak bayar, kami kan mangkal di lahan yang kami sewa sendiri, bukan lahan yang disediakan pemkab, ya kami bayar ke pemilik lahan,” kata Sadio melalui telepon.

Menurut Sadio, awalnya pihaknya tidak mempermasalahkan retribusi tersebut karena petugas di lapangan tidak mengetahui aturan itu.

“Ya itu karena mereka nggak tahu, jadi ya sudahlah bayar saja, padahal seharusnya kami tidak perlu membayar karena nggak ada fasilitas,” jelas Sadio seraya menyebutkan ketika pemkab menyediakan lahan parkir di halaman pasar, bus ini membayar retribusi seperti biasa.

Untuk itu, mulai tahun ini, perusahaan memilih berhenti dulu membayar retribusi sampai pemkab menyediakan fasilitas untuk angkutan yang cukup banyak peminatnya di Tanjungsari ini.

Ada 16 buah armada bus trayek Tanjungsari-Kebon Kalapa ini, semuanya beroperasi normal di trayek ini. [hus]

Sumber:inilahkoran.com/read/detail/2095678/tak-ada-lahan-parkir-damri-enggan-bayar-retribusi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *