RSUD Sumedang akan Ujicoba Lima Hari Kerja

KABAR SUMEDANG – RSUD Sumedang akan melakukan ujicoba menerapkan 5 hari kerja untuk pelayanan rawat jalan, dari Senin hingga Jumat. Ujicoba tersebut mulai 3 hingga 31 Maret. Saat ini, pelayanan rawat jalan di RSUD Sumedang dilakukan 6 hari dari Senin hingga Sabtu.

“Ujicoba ini sengaja dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada para pasien. Seandainya efektif, akan diusulkan kepada Pak Bupati untuk dilakukan seterusnya. Jika tidak, akan dikembalikan lagi pada kondisi semula. Nanti kami akan mengevaluasi bagaimana hasilnya,” kata Direktur RSUD Sumedang, dr. H. Hilman Taufik didampingi Humas Iman Budiman di ruang kerjanya, Selasa (18/2/2014).

Menurut dia, meski jumlah hari kerjanya berkurang dari 6 menjadi 5 hari, waktu pelayanannya lebih panjang dari pukul 8.00 WIB hingga 15.00 WIB. Bahkan pendaftaran pasien lebih lama hingga pukul 14.00 WIB. Saat ini, rawat jalan dari pukul 8.00 WIB hingga 14.00 WIB, sedangkan pendaftaran sampai pukul 11.00 WIB.

“Dengan waktu yang lebih lama, pemeriksaan kesehatan para pasien lebih leluasa dan tidak terburu-buru, sehingga diharapkan kualitas pelayanannya lebih optimal. Bahkan pendaftaran sampai pukul 14.00 WIB, para pasien tidak akan antre dan berjubel di loket pendaftaran. Pasien bisa mendaftar lebih siang,” ujar Hilman.

Selain itu, kata dia, pengobatan rawat jalan bagi para pasien yang menderita penyakit kronis melalui JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) oleh BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan, dikembalikan pada kondisi semula yakni sebulan sekali. Penyakit kronis itu, di antaranya darah tinggi, kencing manis, jantung dan epilepsi. Sebelumnya, pengobatan rawat jalan rata-rata sebulan empat kali. Kondisi itu, pengaruh pembayaran oleh BPJS dilakukan melalui sistem pembayaran per paket.
“Dengan pembayaran per paket, rumah sakit hanya mampu melayani pengobatan rawat jalan seminggu sekali. Jadi, satu pasien penyakit kronis, dalam sebulan harus empat kali datang ke rumah sakit. Tak heran, kunjungan pasien meningkat hingga setiap harinya pasien membludak di loket pendaftaran,” katanya.

Dengan kondisi itu, Menteri Kesehatan (Menkes) tanggal 9 Januari lalu membuat surat edaran bahwa pengobatan rawat jalan bagi pasien penyakit kronis dikembalikan lagi menjadi sebulan sekali. “Untuk pemberian obatnya, dari rumah sakit cukup untuk seminggu. Yang tiga minggu lagi dibayar langsung BPJS, tapi pengambilan obatnya tetap di depo obat rumah sakit,” ucap Hilman. (A-67/A-108)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/270698

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *