PT Askes Sudah Mendata Peserta BPJS

SUMEDANG, – PT Askes (Persero) Cabang Sumedang sudah membuat data kepesertaan untuk pemberlakuan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kab. Sumedang mulai 1 Januari 2014 nanti.

Data kepersertaan itu, untuk masyarakat yang sebelumnya sudah memiliki jaminan kesehatan, seperti Jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat), Jamkesda (jaminan kesehatan daerah), Jamsostek, Askes PNS dan TNI/Polri.

“Contoh, untuk data jumlah peserta Jamkesmas di Kab. Sumedang yang sudah masuk data based untuk mendapatkan jaminan kesehatan oleh BPJS 1 Januari 2014 nanti sebanyak 366.133 orang. Sementara peserta Jamkesda sebanyak 110.578 orang. Kita mendapatkan data ini langsung dari Dinkes,” kata Kepala PT Askes (Persero) Cabang Sumedang, dr Ketler Siahaan saat jumpa pers di aula rapat Dinkes Kab. Sumedang, Senin (11/11/2013).

Hadir Kepala Dinkes Kab. Sumedang, Retno Ernawati, S.Sos. M.M. dan Direktur RSUD Sumedang, Dr. H. Hilman Taufik, M.Kes.

Menurut Ketler, semua peserta yang sebelumnya mendapatkan jaminan kesehatan, mulai 1 Januari 2014 akan dikelola langsung oleh BPJS. Termasuk masyarakat yang belum mendapatkan jaminan sosial, bisa langsung mendaftar BPJS.

Guna memudahkan pengadministrasian serta pendataannya, disarankan pendaftarannya dilakukan melalui kelompok. Misalnya, kelompok petani, PKL (pedagang kaki lima) termasuk penarik becak.

“Jadi daftarnya cukup dikolektifkan oleh kelompoknya. Kalau seorang-seorang kan repot. Selain itu, pembayaran premi asuransi per bulannya bisa melalui bank, seperti Bank Mandiri, BRI dan BNI. Pembayaran premi melalui bank sudah online langsung dengan BPJS,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinkes Kab. Sumedang, Retno Ernawati mengatakan, bagi peserta Jamkesmas dan Jamkesda, mulai tanggal 1 Januari 2014 secara otomatis akan menjadi peserta BPJS sekaligus mendapatkan layanan program JKN.

Dikarenakan kartu BPJS belum bisa diberikan kepada para peserta Jamkesmas dan Jamkesda, sehingga kartu lama Jamkesmas dan Jamkesda bisa digunakan untuk berobat di puskesmas dan rumah sakit. Kecuali bagi TNI, Polri dan peserta Jamsostek, akan mendapatkan langsung kartu baru BPJS.

“Bagi para peserta Jamkesmas dan Jamkesda, jangan khawatir pasti akan mendapatkan pelayanan jaminan kesehatan dari BPJS. Bahkan anggaran untuk Jamkesda sudah disiapkan dari APBD provinsi dan Kab. Sumedang. Untuk pembayaran uang preminya, akan kita serahkan langsung kepada BPJS,” tuturnya.

Direktur RSUD Sumedang, Dr. H. Hilman Taufik, M.Kes., mengatakan, masalah kepesertaan sangat penting ketika BPJS JKN diberlakukan 1 Januari 2014 nanti. Sebab, masyarakat yang memiliki kartu jaminan kesehatan, pasti akan dilayani di rumah sakit.

“Bagi yang belum punya, tetap kita layani tapi masuknya pasien umum yang harus bayar sendiri biayanya. Oleh karena itu, kepesertaan jaminan kesehatan itu sangat penting untuk mendapatkan pelayanan BPJS JKN,” katanya.

Selain memiliki kartu, Hilman menambahkan, para peserta BPJS JKN yang akan berobat atau dirawat di rumah sakit, harus prosedural. Semua penyakit di luar kedaruratan, pertama kali harus ditangani oleh puskesmas. Apabila puskesmas kurang mampu, baru lah dirujuk ke rumah sakit.

“Jadi, kalau ada pasien BPJS di luar kedaruratan yang tidak membawa surat rujukan dari puskesmas, terpaksa biayanya bayar sendiri. Jadi, selain membawa kartu jaminan kesehatan, jangan lupa membawa surat rujukan dari puskesmas,” ujarnya. (A-67/A-89)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/258199

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *