Minim Penerangan Jalan, Kawasan Buper Kiara Payung di Sumedang Rawan Begal

1
90

KABAR SUMEDANG – Minimnya Penerangan Jalan Umum (JPU) disekitaran Bumi Perkemahan (Buper) Kiara Payung, kerap digunakan oleh orang tak bertanggung jawab untuk melakukan aksi tindak kejahatan seperti aksi begal serta pencurian kendaraan bermotor.

Hal tersebut membuat warga sekitar tak nyaman, dan mendesak agar aparat terkait, meningkatkan meningkatkan pengawasan diwilayah tersebut. Tidak hanya disana, beberapa titik rawan lainnya diantaranya, sekitar Jalan Desa Sayang, Jalan Desa Cisempur yang juga Jalan Desa Cibeusi.

Salah seorang tokoh masyarakat Jatinangor, Sitam Rasyid mengatakan, agar aparat terkait menyikapi serius terhadap gangguan-gangguan yang kerap meresahkan warga itu. Mengingat, jika terus dibiarkan akan banyak lagi masyarakat yang menjadi korban.

“Warga meminta kepada pemerintah daerah untuk memasang lampu penerangan jalan umum (PJU) di beberapa titik rawan gangguan Kamtibmas,” ujarnya kepada sejumlah wartawan.

Ia menyebutkan, banyaknya pendatang baik Mahasiswa maupun masyarakat yang singgah di Jatinangor, sudah bukan informasi yang tertutup lagi, jika Jatinangor sebagai wilayah strategis para pelaku begal dan curanmor.

“Sudah tak terhitung jumlah korban dari aksi kejahatan disana, yang juga didominasi warga Jatinangor dan sekitarnya. Sehingga, peran serta masyarakat melalui ronda malam pun, dinilainya kurang optimal jika tak diimbangi upaya tepat dari pemerintah daerah dan aparat keamanan,” katanya.

Tidak hanya minin PJU, kata ia, minimnya aktivitas pemantauan dan pengawasan dari aparat, ditenggarai ikut memicu terjadinya aksi tersebut.

“Tercatat pada 2017 saja, beberapa aksi begal dan curanmor terjadi, seperti di Buper Kiara Payung, Jalan Desa Cisempur dan banyaklagi kejadiannya di Jatinangor,” katanya.

Sementara Kepala Desa Banyuresmi Kecamatan Sukasari, Jajang Saepudin mengatakan, bahwa belum lama ini salah satu warga Desa Banyuresmi telah menjadi korban pembegalan diwilayah Buper Kiara Payung.

“Benar, warga kami harus kehilangan motor serta sejumlah uang karena menjadi korban pembegalan ketika hendak pulang ke rumah,” ujarnya.

Ia menyebutkan, korban yang pada saat itu berboncengan dengan temanya, seketika langsung dipepet dan dirampas secara paksa.

“Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah,” ucapnya.

Menurutnya, sebagian warga Banyuresmi kerap menggunakan jalan yang menghubungkan Kecamatan Sukasari dengan Kecamatan Jatinangor itu, mengingat jarak yang dinilai cukup ringan menjadi alasan warga.

“Jelas, warga kerap menggunakan jalan di sekitaran Buper Kirpay untuk melakukan aktivitas,” katanya.

Ia menambahkan, dengan adanya peristiwa pembagalan tersebut, pihaknya menghimbau kapada warga agar berhatihati ketika melintasi jalan itu, terutama ketika malam hari.

“Adanya kejadian ini, warga harus berhati-hati, lebih baik menggunakan jalan lain, apabila melintas dimalam hari,” ucapnya.(tha)

Sumber : jabar.pojoksatu.id

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here