Kabar Sumedang

Dishub Akan Perlebar Persimpangan di Wilayah Kota Sumedang

KABAR SUMEDANG – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishub Kominfo) Kab. Sumedang, akan memperbesar setiap perempatan yang ada di wilayah Sumedang kota.

Pasalnya, kondisi perempatan yang ada saat ini terlalu kecil dan sempit sehingga menyulitkan kendaraan bermanuver belok ke kiri atau ke kanan. Bahkan dengan meningkatnya volume kendaraan, perempatan yang kecil itu seringkali menyebabkan kemacetan.

“Sudah saatnya semua perempatan di wilayah Sumedang kota diperbesar, termasuk pertigaannya. Selain memudahkan kendaraan bermanuver di perempatan, juga akan menghindari kemacetan,” kata Kepala Dishub Kominfo Kab. Sumedang, Teddy Mulyono di Sumedang, Minggu (8/6/2014).

Menurut dia, perempatan yang harus diperbesar, khusus di lokasi traffic light atau stopan di ujung ruas jalan kabupaten. Sempitnya stopan di ujung jalan kabupaten, karena ruas jalan kabupatennya pun dinilai relatif kecil. Kondisi itu dinilai tidak seimbang dengan ruas jalan nasional maupun provinsi yang relatif lebar.

“Idealnya tak hanya perempatannya saja yang diperbesar, melainkan dengan pelebaran ruas jalan kabupatennya. Kalau pun jalannya tidak bisa diperlebar karena anggaran terbatas, minimal perempatannya yang diperbesar sehingga bisa mengimbangi ruas jalan provinsi dan jalan nasional,” kata Teddy.

Untuk memperbesar perempatan tersebut, lanjut dia, setiap sudut stopannya harus diperlebar. Dengan begitu, setiap kendaraan akan mudah bermanuver saat akan memasuki jalan nasional atau provinsi. Hanya saja, konsekuensi pelebaran sudut stopan tersebut, perlu membebaskan lahan atau bangunan milik warga.

“Itu konsekuensi yang harus diterima. Pemda mesti berani menyiapkan anggaran pembebasan lahan dan bangunan warga untuk pelebaran setiap sudut stopan tersebut. Sebab, manfaatnya sangat besar. Selain untuk kelancaran lalu lintas kendaraan, juga memperindah tata kota. Seandainya semua perempatan besar dan lebar, wilayah Sumedang kota akan menyerupai kota-kota besar lainnya seperti Bandung,” katanya.

Lebih jauh Teddy menjelaskan, mengingat perlu ada pembebasan lahan dan bangunan warga termasuk pembangunan fisiknya, sehingga pelaksanaannya akan melibatkan dinas terkait lainnya.

Seperti halnya Distamben dan Pertanahan untuk pembebasan lahan dan bangunan warga dan Dinas Pekerjaan Umum untuk pembangunan fisik perempatannya. “Untuk perencanaan dan konsepnya ada di Dishub,” katanya.

Ia menyebutkan, beberapa perempatan yang akan diperbesar, di antaranya Perempatan Nalegong, Barak dan Bojong yang merupakan akses masuk ke jalan nasional di Jalan Prabu Gajah Agung/Bypass. Bahkan idealnya, jalan kabupatennya pun harus diperlebar seperti Jalan Kutamaya, Serma Muhtar dan Jalan Angkrek.
“Contoh di Perempatan Barak, pertemuan antara Jalan Serma Muhtar dengan jalan nasional di Jalan Prabu Gajah Agung. Ruas jalan maupun stopan di Jalan Serma Muhtar sangat kecil dan sempit, tidak seimbang dengan jalan nasional yang lebar. Oleh karena itu, sudut stopan di Jalan Serma Muhtar harus diperbesar supaya seimbang dengan jalan nasional,” katanya.

Ia menambahkan, upaya memperbesar setiap perempatan di Wilayah Sumedang kota, akan mendukung pembangunan Bundaran Polres. Yang lebih penting lagi, untuk mengantisipasi meningkatnya volume kendaraan yang keluar dari interchange tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan).

“Jadi dengan pembangunan tol Cisumdawu, Pemkab Sumedang harus mengimbanginya dengan memperbesar setiap perempatan di wilayah perkotaan. Upaya itu agar tidak terjadi kemacetan kendaraan di wilayah kota, imbas tumpahan kendaraan dari tol Cisumdawu. Ketika tol Cisumdawu sudah beroperasi, pasti banyak pengguna tol yang mampir dulu ke Sumedang untuk beristirahat, berekreasi dan belanja oleh-oleh,” tuturnya. (Adang Jukardi/A-89)***

Sumber: pikiran-rakyat.com/node/284431

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Terdeteksi

Harap pertimbangkan untuk mendukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda