Digigit Laba-laba, Warga Sumedang Terjungkal

1
853

KABAR SUMEDANG – Masyarakat seputaran jalan di Desa Bojongloa, Kecamatan Buahdua sumedang mendadak dikejutkan teriakan histeris kesakitan dari seorang warga Kamis (16/11/2017). Teriakan kesakitan itu secara spontan mengundang perhatian dan menjadi pusat kerumunan masyarakat.

Bukan hanya itu, warga pengguna jalan juga sontak berhenti dan menghampirinya. Belakangan diketahui, korban bernama Ukim itu telinganya kemasukan serangga.

Masyarakat yang sudah berkerumum tadi mencoba membantu Ukim, dengan cara mengeluarkan serangga tersebut menggunakan pinset. Usaha tersebut membuahkan hasil, meskipun belum maksimal.

“Sepertinya ini mirip labalaba, tubuh serangga itu sudah berhasil dikeluarkan. Tapi masih ada rasa sakit lantaran bekas sengatan,” sebut salah seorang warga yang mencoba membantu Ukim.

Ukim sendiri menceritakan, kejadian itu berawal di saat dia sedang membantu sebuah pekerjaan di rumah tetangganya. “Pada saat mengangkat giribig (tikar bambu), sesuatu langsung ada yang masuk ke lubang telinga saya,” ucap Ukim sembari masih merintih kesakitan.

Di bagian lobang telinganya tadi ternyata masih terdapat sebuah bekas gigitan serangga berbisa. Setelah mendapatkan pertolongan pertama dari warga sekitar, akhirnya korban dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pelayanan medis.

Dihubungi terpisah, Kepala UPTD Puskesmas Hariang Cece Suarna menyebutkan, belum menerima laporan terkait pasien tadi. “Kemarin saya sedang rapat. Mungkin pasien itu bisa berobat ke Puskesmas Buahdua tapi bisa juga ke Puskesmas Hariang, lantaran Bojongloa lebih dekat ke Hariang,” sebut Cece.

Lebih lanjut dia menyampaikan secara singkat, tentang tips pertolongan pertama terhadap pasien yang menderita kemasukan serangga ke dalam telinga.

“Apabila serangga tidak berbisa dan masih terlihat, bisa dikeluarkan dulu pakai pinset. Namun bila serangga tidak terlihat di dalam telinga, sebaiknya dimatikan dulu dengan cara memasukkan cairan obat telinga. Setelah serangga mati baru dikeluarkan, itu juga bila memungkinkan dikeluarkan,” bebernya.

Pihaknya menyarankan pasien dimaksud agar dirujuk ke bagian klinik THT di RSUD Sumedang, apabila tidak memungkinkan penanganan medis sebatas di puskesmas. Apalagi, bila terjadi luka peradangan telinga akibat binatang berbisa, perlu diberikan obat antibiotik.

Belakangan diketahui, setelah ditangani secara darurat oleh warga sekitar, bahwa pasien Ukim mendapatkan pertolongan medis ke UPTD Puskesmas Buahdua. Hal itu juga dibenarkan Kepala UPTD Puskesmas Buahdua, dr H. Aep Dadang.

“Penanganan kemarin masih bisa ditangani di puskesmas saja, insya Allah tak apa-apa. Namun bila pasien masih ada keluhan, bisa ditangani lagi oleh puskesmas atau dirujuk ke RSUD,” ujarnya.

sumber : jabar.pojoksatu.id

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here