Devina dan Devani Membaik

1
72

KABAR SUMEDANG – Balita kembar siam warga Dusun Panyirapan RT 03/RW 06, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Utara, Devina dan Devani (2) kini sudah melewati masa kritis dalam proses penanganan medis di RS Hasan Sadikin Bandung. Saat ini, Devina dan Devani tengah menjalani masa pemulihan kondisi kesehatannya.

“Alhamdulillah, perkembangan kesehatan anak saya kini sudah mendingan, bahkan sudah melewati masa kritis. Sekarang Devina dan Devani sudah bisa makan dan minum melalui mulut,” ujar ayah balita kembar siam, Endi Hendi ketika dihubungi melalui telefon di RSHS Bandung, Senin 16 Januari 2017. Namun, Endi meminta izin tidak bisa melanjutkan wawancara karena keburu dipanggil dokter.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Mekarjaya Dudung Suryana yang sangat intens dan peduli dengan kondisi kesehatan balita kembar siam menuturkan, Devina dan Devani sudah melewati masa kritis pascaoperasi pemisahan sejumlah anggota tubuh yang dempet. “Sekarang, lagi masa pemulihan,” katanya.

Sebelumnya, lanjut dia, Devina sempat menjalani operasi cangkok tulang di lutut dan cangkokannya sudah dilepas, Kamis 12 Januari 2017. Sedangkan Devani, cangkokannya belum dilepas. Hanya saja, dalam proses penyembuhan menyangkok tulang, terkendala ketiadaan obat antibiotik di RSHS. Akibatnya antibiotik harus dibeli di RS Advent.

“Namun, harganya mahal. Tujuh tablet saja Rp 5,5 juta. Akan tetapi, setelah minum obat tersebut, luka bekas operasi cangkok tulang langsung mongering. Beli antibiotik, dari saku orang tuanya sendiri. Itu pun dari uang untuk biaya hidup sehari-hari di rumah sakit,” kata Dudung.

Dikatakan, khusus Devina yang sebelumnya sempat kritis, kini kondisi kesehatannya sudah pulih kembali. Mengingat sebelumnya aliran darah menuju ke kaki kanan tidak mengalir lancar, sehingga solusi terakhir kaki kanannya diamputasi. Amputasinya dari lutut sampai telapak kaki. Proses amputasi tersebut, sekalian dengan menangani saluran kencing yang bocor.

“Tapi syukurnya, setelah melalui serangkaian penanganan medis oleh tim dokter, kini kondisi Devina dan Devani berangsur-angsur membaik. Selain sudah bisa makan melalui mulut, juga mereka kini sudah bisa mengobrol. Hanya saja, dari mimik mukanya, keduanya telihat heran. Sekarang, badan mereka bisa berjauhan dan beda tempat tidur. Kami sangat senang dan bersyukur, anggota badan si kembar kini sudah terpisah,” tuturnya.

Lebih jauh Dudung menjelaskan, tindakan medis lainnya yang belum dilakukan, yakni pembuatan lubang anus dan kelamin. Namun, hal itu baru bisa dilakukan apabila mereka sudah melewati masa pemulihan hingga kondisi kesehatannya dinilai fit. Setelah kesehatannya fit, balita kembar siam untuk sementara bisa pulang ke rumah. Sebelum dibuatkan lubang anus, untuk sementara mereka dibuatkan lubang untuk BAB di pinggir perut.

“Jadi, nanti kalau sudah pulang ke rumah, tinggal menunggu kesiapan tim dokter rumah sakit untuk pembuatan anus dan kelamin. Cuma saya juga tidak tahu kapan? Devina dan Devani diperbolehkan pulang. Sebab, proses pemulihannya relatif lama karena kondisi badannya harus benar-benar fit dulu,” katanya.

Ia menambahkan, ketika masa pemulihan, diharapkan ada bantuan dana dari para dermawan untuk membiayai pembelian obat dan kebutuhan lainnya di luar tanggungan BPJS Kesehatan. Selain itu juga, bantuan dana untuk biaya hidup sehari-hari orang tuanya yang menunggui balita kembar siam di rumah sakit. Terlebih proses pemulihan dan penanganan medis lainnya, masih relatif lama. “Mudah-mudahan, Devina dan Devani ada rezekinya, termasuk orang tuanya,” tutur Dudung.***

Sumber : pikiran-rakyat.com

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here