Kabar Sumedang

Bus Tampomas Sumedang Terkendala Faktur

KABAR SUMEDANG – Keberadaan bus Tampomas mulai dipertanyakan masyarakat. Pasca dilaunching beberapa waktu lalu, hingga kini Bus Tampomas masih belum beroperasi. Padahal kehadirannya sangat ditunggu warga.

Bus yang rencananya akan melayani masyarakat ke beberapa tempat wisata di Sumedang ini memang sangat ditunggu warga. Plt. Kabid Angkutan pada Dinas Perhubungan Sumedang, Risyana mengatakan, belum beroperasinya Bus Tampomas hingga saat ini karena masih adanya persyaratan yang belum terpenuhi.

“Sejak didatangkan ke Sumedang hingga sekarangnya fakturnya masih belum keluar, jadi, ya otomatis kita belum bisa memproses STNK-nya,” kata Risyana, Kamis (21/2/19).

Ia menjelaskan, pihaknya tidak mau ketika Bus Tampomas beroperasi, nantinya bermasalah karena adanya persyaratan operasional yang belum terpenuhi.

“Faktur menjadi salah satu persyaratan pembuatan SNTK, setelah STNK keluar maka dilanjutkan dengan uji KIR dan pembuatan perijinan, setelah itu baru dapat beroperasi,” ujarnya.

Risyana menggambarkan, rencananya, ketika nanti beroperasi bus ini akan mulai dari Taman Ebdog, dengan rute Taman Endog – Gedung Negara – Gunung Puyuh – Binokasih – Gunung Kunci – IPP – Alam Sari – Ojolali – Jln Tampomas dan kembali di Taman Endog.

Sementara itu untuk tarif, Bus Tampomas ini akan diberlakukan tarif atas dan tarif bawah. Untuk tarif bawah Rp 10.000 dan tarif atas Rp 14.000. Adapun untuk perlengkapan lainnya, lanjut Risyana, seperti SK Bupati, rute, Peraturan Bupati mengenai tarif jalan dan lain lain, semuanya sudah selesai dan tidak ada kendala.

“Sebetulnya untuk faktur Bus Wisata bukan hanya di Kabupaten Sumedang saja, karena ada beberapa Kabupaten lain juga yang belum menerima faktur. Sehingga statusnya sama belum beroperasi,” ucapnya.

Selain itu, secara administrasi kendaraan, faktur penjualan mobil merupakan dasar untuk membuat surat-surat kendaraan. Namun dirinya tidak menyebutkan merk perusahaan mobil yang dimaksud. Ia pun berharap, agar faktur tersebut secepatnya bisa keluar, sehingga Bus Tampomas bisa cepat beroperasi dan bisa dinikmati oleh warga Sumedang.

“Jadi permasalahannya bukan di Pemkab, tetapi memang faktur dari dealer yang belum keluar. Sampai hari ini juga, kami terus mempertanyakan faktur tersebut ke pihak dealer,” tandasnya.

Sementara salah satu anak muda milenial, Wahyu (29) mengatakan, hingga saat ini dirinya masih penasaran dengan bus ini. Lantaran, dirinya belum mengetahui baik rute, tarif, maupun kejelasan kapan beroperasi bus ini.

“Saya cari di Instagram informasinya sedikit, jadi ini bus teh cuman satu aja atau banyak. Kan saya pernah liat, dijalan sempat ada yang naik banyakan, engga tau siapa, kirain saya udah mulai beroperasi, ternyata belum. Padahal kalau tadinya udah mulai beroperasi, saya akan ajak temen saya dari luar kota, bahwa Sumedang punya keunikan disini, bukan hanya tahu saja,” kata Wahyu.

 

sumber : jabar.pojoksatu.id
Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Terdeteksi

Harap pertimbangkan untuk mendukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan Anda