BPJS Minta Peserta JKN Bayar Premi Secara Rutin

SUMEDANG,.-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Sumedang, mengingatkan kepada peserta JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) dari kelompok umum untuk membayar premi rutin setiap bulan ke sejumlah bank yang ditunjuk.

Pasalnya, rutinitas pembayaran premi tersebut akan memperlancar pelayanan kesehatan bagi para peserta sendiri, seperti di puskesmas, klinik dan rumah sakit.

“Kalau pembayaran preminya bolong-bolong, khawatir nanti akan mengganggu pelayanan kesehatan di puskesmas, klinik maupun rumah sakit. Sebab, pembayaran premi tersebut digunakan lagi untuk membiayai berbagai kebutuhan operasional pelayanan kesehatan bagi para peserta JKN,” kata Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Sumedang, dr. Ketler Siahaan dalam sosialisasi BPJS Kesehatan 2014 di ruang rapat kantor BPJS Kesehatan Kantor Cabang Sumedang, Jln. R.A. Kartini, Sumedang, Jumat (10/1/2014).

Namun demikian, kata dia, sehubungan program JKN baru diterapkan di Kab.Sumedang tahun ini, sehingga BPJS Kesehatan memberikan toleransi sampai tiga bulan ke depan.

Toleransi itu diberikan, apabila terjadi pembayaran premi yang tak rutin setiap bulannya. “Program ini kan masih baru, bahkan baru berjalan beberapa hari. Jadi, kalau ada yang bolong-bolong masih bisa diberikan toleransi,” ujar Ketler.

Dikatakan, untuk para peserta yang tidak rutin membayar premi setiap bulan, pihaknya akan melakukan pembinaan, sosialisasi dan konsultasi kepada mereka. Hal itu, untuk mencari tahu penyebabnya sekaligus membantu mencarikan solusinya.

“Kita tanya dulu, apa kendalanya sehingga pembayaran preminya bolong-bolong. Kita pun akan membantu mencari solusinya karena premi ini tetap harus dibayar setiap bulan mengingat sudah kewajiban,” tuturnya.

Akan tetapi, jika program JKN tersebut sudah berlangsung lama tapi masih ada peserta yang tidak membayar premi rutin setiap bulan, terpaksa akan menerima sanksi.

Apabila dalam tiga bulan berturut-turut tidak membayar premi, kepesertaannya akan dicabut atau dicoret sehingga tak akan mendapatkan jaminan kesehatan.

“Sayang kan kalau sudah begitu. Padahal, program JKN ini sangat bermanfaat untuk masyarakat. Terlebih pembayaran premi bulanannya relatif murah. Untuk pelayanan kesehatan di kelas III, preminya hanya Rp 25.500 per bulan. Sementara kelas II dan kelas I, preminya masing-masing Rp 49.500 dan Rp 59.500 per bulan. Dengan membayar premi sebesar itu, peserta bisa dijamin kesehatannya. Dari mulai puskesmas, klinik hingga ke rumah sakit, termasuk rumah sakit besar di Jakarta. Hal itu melalui tahapan rujukan. Pelayanan kesehatannya pun, meliputi berbagai penyakit,” ujarnya.

Lebih jauh ia menyebutkan, guna mendorong para peserta JKN dari kalangan umum agar rutin membayar premi termasuk mendaftarkan diri menjadi peserta, tak menutup kemungkinan jika ke depan kepesertaan JKN ini akan dijadikan salah satu persyaratan dalam pembuatan KTP. “Bisa saja menjadi salah satu persyaratan pembuatan KTP karena sama-sama kewajiban masyarakat,” kata Ketler. (A-67/A-89)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/265657

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *