Apartemen di Jatinangor Sumedang Ini Belum Penuhi Amdal

0
87

KABAR JATINANGOR – Diduga telah menyalahi aturan, dengan tidak mematuhi salah satu kelengkapan administrasi analisis dampak lingkungan (Amdal), salah satu Apartemen di wilayah Kecamatan Jatinangor, dipersoalkan. Aturan tersebut, yakni penyediaan lahan pemakaman yang tertuang dalam PP No. 9 tahun 1987, bahwa pengembang memiliki kewajiban untuk menyediakan lahan pemakaman dua persen dari luas lahan yang dibebaskan.

Kepala Desa Cibeusi, Yoyo Iskandar, membenarkan, kalau salah satu apartemen yang berlokasi di Desa Cibeusi belum mengindahkan kewajibannya untuk menyediakan lahan tempat pemakaman umum (TPU), padahal itu tertuang dalam poin persyaratan dalam perizinan amdal.

“Mereka seperti mempermainkan, bahkan itu telah menjadi kewajiban pengembang yang diatur oleh peraturan pemerintah (PP), bilang sanggup untuk menyediakan TPU, tapi tidak ada realisasinya,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai cara telah ditempuh tetapi selalu nihil, pihak perusahaan selalu ada alasan. Sehingga, pihaknya berencana bakal menegur pihak perusahaan untuk segera merealisasikan untuk lahan pemakaman tersebut.

“Dan kalau pun masih tidak mengindahkan terpaksa kami berencana akan melaporkan permasalahan ini kepada pihakpihak terkait, baik di Pemkab Sumedang maupun Pemprov Jabar untuk menindak lanjutinya,” ucapnya.

Sementara itu dikatakan Ketua Komisi A Dudi Supardi, bahwa, setiap pengembang punya kewajiban penyediaan lahan pemakaman 2% dari luas yang dibebaskan.

“Menurut saya aturan ini tidak pas, karena tanah untuk apartemen itu sedikit luasannya, tetapi penghuninya banyak sekali,” katanya.

Sebagai contoh, kata Dudi, rata-rata untuk apartemen terbangun 1000 kamar/penghuni, atau setara dengan pembangunan perumahan dengan luas 10 Ha.

“Ketentuan yang tidak pas yang saya sampaikan tadi adalah keadaan di lapangan, tapi tak bisa gimana lagi karena itu sudah menjadi aturan,” ujarnya.

Dudi menambahkan, tentang pelanggaran pihaknya belum bisa memastikan apakah sudah dipenuhi kewajibannya atau belum, mengingat harus dilakukan kroscek terlebih dahulu.

“Biasanya kalau dipenuhi teknisnya bayar ke Pemda, dan oleh Pemda disatukan dengan developer yang lain dan dibelikan disatu tempat,” katanya.

Kendati demikian, lanjut ia, yang menjadi kendala biasanya jauh dari jangkauan lokasi developer melakukan pembangunan, sehingga kalau ada penghuni yang meninggal, tetap saja dikuburkan di pemakaman umum terdekat. (tha)

Sumber : jabar.pojoksatu.id/

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here