Warga Mengusir Warung Miras

0

KABAR CIMANGGUNG – Sejumlah warga sepertinya sudah geram dan kesal melihat warung yang diduga digunakan sebagai tempat mengedarkan minuman keras (miras). Apalagi jika warung itu digunakan tempat usaha ilegal, seperti praktik esek-esek atau perbuatan maksiat lainnya.

Kekesalan warga semakin memuncak saat melihat sebuah warung di Jalan Raya Bandung-Garut, persisnya Desa Sindangpakuon, Kec. Cimanggung, Kab. Sumedang, mengedarkan miras dan bentuk usaha ilegal lainnya.

Akhirnya, warga nekat mengusir pemilik warung yang diketahui bernama Nenden alias Bunda (49), warga Jalan Kopo, Gang Panyileukan, Kel. Kopo, Kec. Bojongloa, Kota Bandung. Warung tersebut belum lama buka. Pemiliknya dikabarkan pindahan dari kawasan Cadas Pangeran Atas (CPA) Kec. Pamulihan, Kab. Sumedang, yang sebelumnya terusir Perhutani Sumedang. Keberadaan warung tersebut dinilai sudah meresahkan warga setempat.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sindangpakuon, Toni Santosa menyatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti adanya aktivitas di dalam warung yang dicurigai warga berjualan miras jenis bir. Pihaknya pun belum mengetahui di dalam warung itu ada sejumlah perempuan yang diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK).

“Warga setempat yang mengetahui kondisi seperti itu di dalam warung, kemudian melaporkannya kepada ketua RW dan aparat desa. Setelah mendapat laporan, kami mengetahui pemilik warung ternyata menjual miras dan menyediakan perempuan. Hal itu berdasarkan laporan warga,” tuturnya, Rabu (12/2).

Karena itu, imbuh Toni, jajaran Muspika Cimanggung sempat memanggil pemilik warung yang baru buka selama dua minggu. Pemilik warung pun menjelaskan, ia membuka usaha di tempat itu setelah terkena penertiban di kawasan CPA.

“Ditertibkan di CPA, pemilik warung mencoba pindah ke wilayah desa kami. Tapi warga sekitar merasa gerah dengan tingkah laku pemilik warung dan para tamunya, sehingga meminta muspika mengusir mereka,” jelasnya.

Pemanggilan terhadap pemilik warung itu dilakukan pada Selasa (11/2). Pertemuan antara muspika dan aparat desa dengan pemilik warung diadakan di aula Desa Sindangpakuon. Dari hasil pertemuan, pemilik warung disarankan untuk membuat surat pernyataan tidak membuka usaha yang dapat meresahkan masyarakat sekitar.

Dalam surat pernyataan itu, kata Toni, jika dalam tempo satu minggu pemilik warung tidak pindah, petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kec. Cimanggung akan memberikan sanksi tegas dengan cara melakukan bongkar paksa.

Menurutnya, mediasi berjalan baik. Pemilik warung memahami apa yang menjadi keluhan masyarakat. “Pemilik warung siap pindah dan meminta waktu selama satu minggu dari pertemuan Selasa,” katanya.

Pemilik warung, Nenden mengaku menyediakan minuman jenis bir. Sementara dua perempuan yang ada di warung hanya penjaga warung. Pernyataannya itu untuk membantah tudingan warga. (B.105)**

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/warga-mengusir-warung-miras

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here