Warga Memprotes Pembangunan Gardu PLN

0
KABAR SUMEDANG, JATINANGOR – Sejumlah warga memprotes pembangunan gardu PLN yang berdiri di samping Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Jatinangor, Jln. Ir. Soekarno yang sempat ditinjau pihak musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) dan pihak sekolah.

Warga protes karena sebelumnya pembangunan gardu tidak disosialisasikan. Padahal, lokasi pembangunan berada di tebing sekolah yang dihawatirkan bisa membawa dampak negatif bagi warga.

“Sejak awal pembangunan sampai selesai, belum ada komunikasi dari pihak PLN dengan warga. Sebelumnya, warga menganggap pihak sekolah yang tidak ada basa-basi. Namun, pihak sekolah pun sama tak tahu apa-apa,” kata warga RW 07 Dusun Cisaladah, Desa Hegarmanah, Jatinangor, H. Amuy kepada wartawan, Jumat (9/5).

Amuy juga menyesalkan pembangunan gardu tersebut tidak melibatkan warga. Padahal, pembangunan berjalan lama, bahkan cukup untuk membantu warga yang tidak memiliki pekerjaan.

Sementara itu, di lain pihak, Camat Jatinangor, Asep Aan Dahlan menambahkan, berdasarkan pantauannya ke lapangan, konstruksi bangunan memang tidak sesuai dengan konstruksi standar. Sebab, tidak ada coran benteng untuk penyangga bangunan. Padahal, lokasi bangunan berada di pinggir tebing.

“Dikhawatirkan bangunannya roboh dan mengenai pejalan kaki. Apalagi, di bawah bangunan terletak jalan menuju beberapa sekolah dan kosan mahasiswa,” ujar Asep Aan saat ditemui di kantor Kecamatan Jatinangor, Kamis (9/5).

Asep melanjutkan, karena mantan pejabat di daerah, ia menilai kajian teknisnya harus jelas. Selain itu, aturan yang harus ditempuh pihak PLN selain ke Dinas Pendidikan juga harus ke muspika. Sebab, muspika yang mempunyai wilayah.

“Jika terjadi sesuatu, misalnya longsor atau ada yang tersengat listrik, ‘kan muspika juga yang direpotkan. Saran saya ada pembicaraan antara PLN dan pihak sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, Staf Humas PLN APJ Sumedang, Adang mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat ke Dinas Pendidikan langsung. Bahkan surat izinnya sudah keluar dari Kepala Dinas Pendidikan 9 April 2013 dan langsung bisa dibangun.

“Izinnya sudah keluar ketika Kadisdik-nya masih Pak Eem Hendrawan. Bahkan, lokasinya tidak di depan seperti permintaan PLN. Kami menilai pembangunan sudah sesuai prosedural,” tegas Adang.(Ziyan/”GM”)**

Sumber: klik-galamedia.com/warga-memprotes-pembangunan-gardu-pln
 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here