Unwim Bantu Pemda Untuk Pencetakan Lahan Pertanian Baru

0

KABAR SUMEDANG – Universitas Winaya Mukti (Unwim) siap membantu Pemkab Sumedang untuk pencetakan lahan pertanian baru.

Upaya tersebut, guna mengantisipasi tingginya alif fungsi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman penduduk, industri, perkantoran maupun bisnis di Kab. Sumedang.

Pencetakan lahan pertanian baru tersebut, termasuk untuk mengganti lahan produktif di daerah Jatigede yang akan digenang untuk pembangunan Waduk Jatigede .

“Kami sudah menandatangani nota kesepahaman bersama dengan Pak Bupati terkait kerjasama pencetakan lahan pertanian baru di Kab. Sumedang,” kata Rektor Unwim, Dr. H. Asep Hilman, M.Pd., disela Seminar Nasional dan Pameran bertema “Dengan Semangat 100 Tahun Unwim, Terdepan Dalam Pembangunan Pedesaan Berbasis Pertanian” di kampus Unwim di Tanjungsari, Kamis (19/6/2014).

Menurut dia, relatif tingginya alih fungsi lahan pertanian saat ini, perlu inovasi dan kreativitas dalam melakukan program pencetakan lahan pertanian yang baru.

Hal itu, agar ketahanan pangan di Jawa Barat, khususnya di Kab. Sumedang tetap terjaga. Apalagi Jawa Barat merupakan lumbung ketahanan pangan di Indonesia.

“Dengan pengalaman 100 tahun ikut berkiprah dalam pembangunan pertanian di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, Unwim akan melakukan berbagai terobosan guna mengantisipasi alih fungsi lahan pertanian tersebut. Dengan berbagai terobosan itu diharapkan dapat menghasilkan berbagai kebijakan akademik di bidang pertanian. Ada dua opsi yang bisa diterapkan. Selain mencetak lahan pertanian yang baru, bisa pula dengan mengoptimalkan lahan pertanian yang ada melalui penerapan tekhnologi serta penguatan sarana dan prasarana pertaniannya,” tutur Asep.

Berbagai terobosan kebijakan akademik itu, lanjut dia, bisa dihasilkan dari pengumpulan berbagai kerta kerja ilmiah, makalah termasuk penyelenggaraan seminar.

Melalui kegiatan itu, berbagai persoalan di bidang pertanian akan dikaji secara mendalam. Terlebih kertas kerja ilmiah dan makalah berbasis research tersebut akan dipresentasikan.

“Sampai sekarang kami sudah mengumpulkan 49 kertas kerja ilmiah se-Indonesia. Dari 49 kertas kerja itu, masing-masing 24 makalah dari Unwim dan 25 makalah dari perguruan tinggi lainnya di Indonesia termasuk berbagai balai penelitian di lingkup Kementerian Pertanian.” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Pengurus Yayasan Winaya Mukti, Ir. Ismail Hasyim, M.Si., mengatakan, Unwim akan menjadi motor penggerak pembangunan pertanian di pedesaan, khususnya dalam penyediaan SDM yang andal.

Semua lulusan Unwim di semua fakultas, akan diarahkan untuk membangun pertanian di pedesaan. Dengan begitu, pembangunan pertanian di pedesaan akan berkembang maju.

“Ketika pertanian di pedesaan maju, dapat menekan urbanisasi masyarakat ke perkotaan,” ujarnya.

Dengan mengerahkan para lulusan Unwim ke pedesaan, kata dia, mereka bisa membuka berbagai lapangan pekerjaan baru di bidang pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan.

Upaya itu sekaligus menjawab persoalan yang terjadi saat ini, relatif banyak para sarjana yang sulit mencari pekerjaan setelah lulus kuliah.

“Nah, lulusan Unwim bisa langsung membuka berbagai lapangan pekerjaan baru dengan konsep pembangunan pertanian di pedesaan. Mereka akan dicetak menjadi para wirausahawan desa. Untuk mencapai program tersebut, para calon mahasiswa yang akan masuk Unwim diberikan kemudahan bahkan beasiswa. Setelah lulus, mereka bisa berkiprah membangun pertanian di desanya masing-masing,” ujarnya (Adang Jukardi/A-89)***

Sumber: pikiran-rakyat.com/node/286008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here