Perkosa Wanita Muda Secara Bergiliran, Tujuh Pemuda Dibekuk Polisi

1

KABAR SUMEDNAG, WADO – Petugas Kepolisian Sektor Wado membekuk tujuh pemuda pengangguran yang diduga telah melakukan pemerkosaan terhadap Cinta (17, bukan nama sebenarnya), warga Dusun Kisepat, Desa Sukapura, Kecamatan Wado.

Kapolres Sumedang, AKBP Yulli Kurniawan melalui Ka­pol­sek Wado Iptu Bambang Su­lih­no menuturkan, pemer­kosaan yang dilakukan tujuh pemuda pengangguran yakni Mif (22), A (23), R (19), C (25), Ag (21) dan I (27) serta D (25), warga Wado dan sebagian banyak warga Darmaraja, terhadap Cinta dilakukan di sebuah gu­buk kosong yang jauh dari per­kampungan di Desa Mulyajaya, Senin (17/3/2014) sekira pukul 18.30.

Pada awalnya, tutur Bam­bang, niatan bejat itu diotaki oleh Mif (23) yang justru masih saudara korban. Ketika itu kor­ban bersama temannya ber­bon­cengan hendak membeli parfum ke toko. Belum sempat membeli parfum, korban ber­sa­ma temannya menyempatkan untuk bermain di areal jalan lingkar di daerah Cikareo yang biasa menjadi tempat nongkrong para remaja.

Tak lama kemudian, korban dan teman korban didatangi Mif dan setengah dipaksa diajak menuju areal Curug Ga­noang. Korban pun tanpa curiga mengikuti ajakan Mif yang memang masih ber­sau­dara itu. Namun ternyata rencana itu sudah direncanakan Mif ber­sa­ma enam pelaku lainnya.

Dalam perjalanan menuju Curug Ganoang, enam pelaku mem­buntuti korban dan temannya sampai ke Curug Ga­noang.

Di areal Curug Ganoang ter­sebut, rencana aksi bejat itu dilakukan dengan modus korban ditakut-takuti oleh pelaku, dengan diancam akan dilaporkan kepada suaminya bahwa korban berpacaran dengan salah satu di antara pelaku.

“Saat itu pelaku bilang sama korban tidak akan dilaporkan asal mau menuruti nafsu bejat ke tujuh pelaku,” ujar Bambang yang didampingi Kanitreskrim, Aiptu Endang Suherman.

Korban yang termakan ancaman itu hanya berdiam diri. Ke­mudian enam pelaku membopong korban dengan paksa menuju salah satu gubuk ko­song yang tak jauh dari areal Cu­­rug Ganoang. Sedangkan te­man korban ditemani salah sa­tu pelaku diam di tepi jalan.

Sesampai di gubuk sekitar pu­kul 18.30, sambung Bam­bang, ke enam pelaku langsung me­nyekap korban.

“Yang pertama kali mela­ku­kan yaitu Mif, saudara korban. Yang lainnya memegang tangan korban. Dan mereka secara bergiliran melakukan pemer­kosaan itu. Kecuali yang satu orang yang saat itu menemani teman korban memang tidak melakukan karena melihat kor­ban sudah tidak berdaya,” ucap Bambang.

Setelah melakukan perbua­tan bejat itu, para pelaku sempat menghantar korban ke daerah Cikareo. “Di situlah kor­ban yang ditemani tiga pelaku ditemukan oleh suaminya pada pukul 20.00, sebelum itu su­a­minya selama dua jam sudah mencari korban kemana-mana. Di situ juga suami korban sempat menanyakan kepada korban kenapa hape mati,” tutur­nya.

Tak lama setelah ditemukan, akhirnya korban dibawa sua­minya pulang ke rumahnya.

Namun melihat gelagat yang tidak biasanya, suami korban menjadi curiga dan terus ber­tanya kepada korban. “Si suami menanyakan kenapa pakaian sampai robek,” ujar Bambang.

Namun setelah dicerca se­jum­lah pertanyaan, korban ba­ru mengakui keesokan ha­ri­nya Selasa (18/3/2014).

“Dan pihak kami menerima laporan dari pihak korban seki­tar pukul 16.00,” ucap Bam­bang.

Setelah menerima laporan tersebut, pihak kepolisian Wa­do langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa Sukapura dimana pelaku Mif tinggal. Se­telah sekitar empat jam, semua pelaku yang telah dikumpulkan di rumah Mif langsung dibekuk polisi.Untuk keperluan penyeli­di­kan, kepolisian sudah me­la­kukan visum terhadap korban. E-35***KP

Sumber : http://www.kabar-priangan.com//news/detail/13087

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here