Tiga Pohon Mahoni Dikorbankan Demi PKL

0

Sumedang – Tiga pohon mahoni berusia puluhan tahun ditebang untuk relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kini mangkal berjualan di trotoar Alun-alun Sumedang. Penebangan dilakukan di kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Gunung Kunci-Palasari. Pohon yang ditebang harus seizin bupati. Sekretaris Dinas Kehutanan dam Perkebunan (Dishutbun) Agus Wahidin membenarkan pihaknya menerima surat dari Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) tentang pengajuan permintaan penebangan pohon. Namun, Agus belum bisa menunjukan surat izin penebangan pohon dari bupati ketika disinggung persyaratan tersebut.

“Dishutbun sudah menerima surat permohonan dari BLHD dan kami teruskan kepada UPTD teknis yang akan menindaklanjutinya sesuai aturan,” kata Agus. Dalam Perda Tahura No. 10 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Tahura Gunung Kunci Palasari, Pasal 52 menyebutkan penebangan dan pemangkasan pohon yang berada dalam Tahura dapat dilakukan dengan izin bupati. Itupun terbatas pada pohon yang dinilai merusak habitat dan membahayakan keselamatan pengunjung dan/atau penduduk sekitar Tahura.

Penebangan juga dilakukan secara berbeda pada setiap kawasan atau bloknya. Sementara dalam pasal 92 disebutkan barang siapa yang melakukan penebangan tanpa izin akan dikenakan hukuman pidana. Kepala BLHD Agus Sukandar selaku penanggung jawab relokasi PKL mengatakan pihaknya sudah melakukan mekanisme yang benar yaitu dengan mengajukan permohonan kepada Dishutbun untuk menggunakan sebagian lahan Tahura Gunung Kunci-Palasari sebagai lahan berjualan PKL. Namun karena ada tiga pohon yang menghalangi, maka pohon tersebut ditebang setelah koordinasi dengan pihak Dishutbun.

“Kami sudah melakukan mekanismenya termasuk sudah terbit dari SK Bupati tentang Penggunaan Lahan Tahura Gunung Kunci-Palasari untuk lahan PKL, kami serahkan kepada Dishutbun selaku pengelola kawasan,” kata Agus Sukandar.[ito]

Sumber : http://www.inilahkoran.com/read/detail/2044878/tiga-pohon-mahoni-dikorbankan-demi-pkl

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here