Tidur Beralas Tikar di Tenda Pengungsian, Sejumlah Bocah di Sumedang Ini Pun Terserang Penyakit

0

KABAR SUMEDANG – Berhari-hari tidur di tempat pengungsian sementara, tanpa alas tidur yang layak membuat para pengungsi dari Desa Cimanintin, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, mulai terserang penyakit.

Mayoritas pengungsi yang sakit adalah anak-anak yang ikut tinggal di tempat pengungsian bersama keluarga mereka.

Seperti yang terjadi di tenda pengungsian yang dibangun di Dusun Cikukulu, Desa Cimanintin Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, Kamis (1/3/2018).

Anak-anak yang tinggal di tenda pengungsian ini mulai menderita penyakit batuk, flu, dan sakit badan.

“Ya sudah diprediksi anak-anak bakal sakit, karena beberapa hari terakhir kan tidur hanya pakai tikar tipis,” ujar Mimi (42), pengungsi.

Tikar yang digunakan, kata Mimi, tidak mampu menahan dingin dari tanah di malam hari, terutama menjelang subuh.

Desa Cimanintin sendiri berada di perbukitan dan memiliki suhu yang terbilang tinggi di siang hari namun suhu akan menjadi sangat dingin di malam hari.

Mimi mengatakan, ia dan pengungsi lain tak dapat berbuat banyak selain memberikan tambahan alas tidur seadanya bagi anak-anak.

“Mau dibawa masuk ke rumah tapi di rumah juga sudah penuh menampung pengungsi yang lansia,” ujar Mimi.

Mimi berharap ada bantuan tambahan alas tidur dan selimut dari pemerintah setidaknya untuk anak-anak yang ikut mengungsi.

sumber : jabar.tribunnews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here