Takut Terkena Razia, PSK Warem Jadi Call Girl

0

KABAR SUMEDANG Gencarnya razia yang dilakukan apa­rat gabungan menjelang Ramadan ke sejumlah warung remang-remang (wa­rem), hotel dan tempat hiburan ma­lam, membuat sejumlah pekerja seks komersial (PSK) yang beroperasi di wilayah Kab. Sumedang mengganti to­pengnya.

Berdasarkan penelusuran, Se­nin (16/6), diduga karena takut tertang­kap razia, sebagian besar dari mereka tidak berani terang-terangan menampakkan hidungnya di keremangan ma­lam. Meski demi­kian, para pekerja ma­lam tersebut tetap beroperasi.

“Takutlah, Mas. Sekarang razia cu­kup gencar, sedangkan kita-kita ini ma­sih butuh uang buat pulang kampung, sebelum munggahan (awal Rama­dan),” kata penghuni warem di wilayah Kec. Ujungjaya, Laras —bukan nama sebenarnya— asal Cirebon.

Sejumlah PSK yang biasa mangkal di tempat hiburan malam merasakan hal yang sama, seperti yang dialami peng­huni warem. Bedanya, keberadaan dan penampilan mereka jauh lebih “terpelihara”. Sehari-hari, mereka tinggal di tempat kos yang relatif nyaman, di wi­la­yah Sumedang Kota. dengan harga sewa yang harus dibayar setiap bulannya berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 750 ribu.

“Sekarang saya dan teman-teman sudah mulai mengurangi keluar malam. Dan, kita pun sekarang tidak berani ‘main’ di hotel. Takut ada razia,” kata Dewi, PSK berkulit hitam manis asal Bandung.

Meski begitu, katanya, mereka tidak sulit untuk mendapatkan “tamu”. Apa­lagi selama menjadi penghuni tempat hiburan, sudah banyak yang menggunakan jasanya. “Untuk mendapatkan tamu, emang tidak sulit. Kan nomor aku ada di mereka. Jadi sekarang kalau ada yang mau booking, tinggal telepon. Hanya saja tempatnya jangan di penginapan atau hotel yang sering jadi sasaran razia. Ya, kalau bisa di hotel yang berkelas. Lebih aman kan kalau jadi call girl,” ungkapnya.

Keberadaan PSK itu membuat para ibu rumah tangga yang ada di sekitar tempat kos gelisah dan geram. Apalagi, pada umumnya usia mereka masih muda dan wajahnya cantik-cantik.

“Kami ibu-ibu di sini sudah menyampaikan permasalahan ini kepada pihak kelurahan. Tetapi sejauh ini belum ada hasilnya. Bukan apa-apa sih, kami hanya takut suami kami tergoda. Jadi bisa berabe kan,” kata Marni (30) yang tinggal di sekitar tempat kos di wilayah Sumedang Kota.
(B.108)**

Sumber: klik-galamedia.com/2014-06-17/takut-terkena-razia-psk-warem-jadi-call-girl

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here