Sumedang Siapkan Puskesmas Perawatan di Perbatasan

0

Sumedang – Di beberapa daerah perbatasan di Sumedang rencananya akan dibangun puskesmas dengan fasilitas rawat inap. Hal ini untuk memeratakan angka pasien di puskesmas dan RSUD yang akan mengurangi beban RSUD Sumedang. Dengan puskesmas rawat inap ini, warga luar kota Sumedang pun bisa mengaksesnya.

“Rencananya akan dibangun puskesmas dengan fasilitas rawat inap di beberapa daerah perbatasan, selain untuk menekan beban pasien di RSUD Sumedang, juga bisa menggerakkan roda perekonomian di daerah sekitar. Yaitu di daerah perbatasan tersebut seperti Cimanggung, Jatinangor, Tomo, Surian, Buahdua, dan Cibugel,” kata Bupati Sumedang, H Endang Sukandar atau yang akrab dipanggil HES, Selasa (9/7/2013).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kab Sumedang, Retno Ernawati menuturkan, pemerataan pelayanan kesehatan dengan cara fasilitasi rawat inap masih terkendala dengan tenaga kesehatan.

“Puskesmas dengan perawatan sangat memungkinkan merata tetapi harus diimbangi dengan penambahan dengan tenaga kesehatan dibanding dengan Puskesmas sebelumnya. Puskesmas dengan perawatan minimal memiliki 10 tempat tidur,” kata Retno.

Puskesmas dengan perawatan sudah terdapat di Puskesmas Kota Kaler, Jatinangor, dan Situ. Kendala pemerataan adalah tenaga kesehatan Dokter. Sehingga masih ada Puskesmas yang seharusnya ditempatkan dua dokter masih dengan satu dokter.

Pemerataan Puskesmas dengan perawatan diharapkan dapat mengurangi kelebihan pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Masyarakat kurang mampu pun akan mendapatkan pilihan untuk perawatan di Puskesmas tanpa harus dirujuk ke RSUD. Dengan begitu, akan ada pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat meskipun dengan lokasi tempat tinggal yang jauh dari perkotaan.

Dia melanjutkan, pembangunan Puskesmas dengan perawatan dikhususkan untuk wilayah-wilayah perbatasan. Wilayah perbatasan yang jauh dari perkotaan seperti Kecamatan Jatigede dan Surian merupakan kawasan yang menjadi prioritas dalam program Puskesmas dengan perawatan tersebut.

Peningkatan jumlah tenaga kesehatan dalam program Puskesmas dengan perawatan diperlukan karena program tersebut membutuhkan tenaga kesehatan dengan jam kerja yang ditambah. Pelayanan kesehatan di Puskesmas yang biasa berlangsung selama jam kerja biasa bisa menjadi pelayanan perawatan non – stop 24 jam.

“Selain itu, sudah direncanakan pembangunan rumah sakit tanpa kelas di Wilayah Barat (Tanjungsari). Rumah sakit tersebut diperkirakan akan menutup kekurangan 200 hingga 400 tempat tidur di RSUD, dan dengan ketersediaan tempat tidur sekitar 600 tempat tidur,” kata Retno.[ang]

Sumber : http://www.inilahkoran.com/read/detail/2008504/sumedang-siapkan-puskesmas-perawatan-di-perbatasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here