Siswi SMP Aborsi Polisi Buru Pacarnya

0

KABAR SUMEDANG – Penyidik dari Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Sumedang kini masih mendalami kasus aborsi yang dilakukan IF (15), pelajar kelas IX sebuah SMP negeri di wilayah Kec. Surian, Kab. Sumedang.

Kasatreskrim, AKP Niko N. Adi Putra, Rabu (21/5) mengatakan, terungkapnya kasus aborsi itu, bermula setelah pelaku dibawa keluarganya pada dukun beranak yang ada di Desa Jingkang, Kec. Tanjungmedar, Kab. Sumedang. IF dibawa ke dukun beranak karena mengalami pendarahan. Saat itu dukun beranak memastikan jika bayi dalam kandungan pelaku sudah meninggal.

“Akhirnya dukun beranak itu, berusaha untuk menyelamatkan nyawa pelaku dengan mengeluarkan bayi prematur yang ada di dalam kandung­annya. Ternyata saat dikeluarkan, pelaku me­ngandung bayi kembar berjenis kelamin laki-laki,” kata Niko.

Kejadian itu akhirnya sampai pada anggota Polsek Tanjungmedar. Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan sejumlah saksi, diduga bayi kembar tersebut meninggal setelah sebelumnya pelaku meminum jamu dan obat penahan sakit datang bulan.

Berawal dari situ, penyidik mendalami kasus tersebut. Sampai saat ini, sedikitnya sudah empat saksi yang sudah dimintai keterangan. “Kecuali itu, saksi pelaku belum bisa kita periksa, karena kesehatannya belum pulih,” tandasnya.

Disebutkannya, mengingat pelaku masih di bawah umur, maka penyidik akan menjerat ayah pelaku bayi malang itu dengan Undang-undang No. 32/2002 tentang Perlindungan Anak.

Buru pelaku

Sejauh ini pacar pelaku yang diduga menghamili IF kabur dari rumahnya. Belakangan diketahui pelaku meninggalkan pacarnya setelah tahu dia hamil. Putus dan ditinggalkan oleh pacar pertama, pelaku menjalin hubungan lagi dengan pria lain. Tetapi pacar yang kedua ini lagi-lagi meninggalkannya, setelah tahu pelaku berbadan dua karena takut tejadi apa-apa.

“Jadi yang tengah kita buru itu adalah pacar pertama, yang diduga menghamili pelaku. Dengan demikian, dalam kasus ini, pelaku aborsi ini juga statusnya sebagai korban,” ujarnya.

Sementara dukun beranak statusnya hanya sebagai saksi. Karena waktu itu, jika pelaku tidak ditolong nyawanya tidak akan selamat. “Justru dukun anak itu yang menyelamatkan pelaku. Sebab jika waktu itu tidak ditolong, pelaku bisa meninggal dunia bersama bayi yang di kandungnya,” imbuh Niko. (B.108)**

Sumber: klik-galamedia.com/polisi-buru-pacarnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here