Sebagian Perusahaan di Sumedang Sudah Bayarkan THR

1

KABAR SUMEDANG – Tunjangan Hari Raya (THR) bagi buruh pabrik di Kab. Sumedang, harus dibayarkan oleh perusahaan maksimal 7 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1435 H (H-7).

Hal itu, sesuai Surat Edaran Bupati Sumedang No. SE.568/3929/Dinsosnaker tentang Pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan dan Imbauan Mudik Lebaran Bersama,

Untuk besarannya, bagi pekerja yang sudah bekerja di atas satu tahun akan mendapatkan THR sebesar satu bulan gaji atau upah. Sementara yang masa kerjanya di bawah satu tahun, besaran THR-nya dihitung berdasarkan Permenaker Nomor 4/MEN/1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

“Sampai sekarang, sebagian perusahaan sudah membayar THR kepada para buruh. Seperti halnya PT Kahatex, Dewhirts dan TBM (Tiga Bintang Manunggal). Kami mengimbau kepada seluruh perusahaan di Kab. Sumedang, untuk membayar THR sebelum H-7 lebaran,” kata Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kab. Sumedang, H. Iwa Kuswaeri di Gedung Negara (GN) Pemkab Sumedang Jln. Prabu Geusan Ulun, Sumedang, Jumat (18/7/2014).

Menurut dia, dari jumlah perusahaan di Kab. Sumedang sekitar 800 perusahaan termasuk 100 di antaranya industri besar, hampir 80 persen sudah menyatakan kesanggupannya membayar THR bagi para buruh sebelum H-7.

Kesiapan itu, diketahui dari surat perusahaan yang disampaikan langsung kepada Dinsosnaker. “Jadi, sebelumnya kami sudah membuat surat permintaan kesanggupan perusahaan membayar THR sebelum H-7. Jawabannya, hampir 80 persen perusahaan sudah menyatakan siap,” tutur Iwa.

Ia mengatakan, dirinya meyakini semua perusahaan di Kab. Sumedang akan membayar THR tepat waktu sebelum H-7. Jika tidak, perusahaannya akan mendapat sanksi sosial dari para buruh, berupa aksi mogok kerja atau demontrasi.

Ketika itu terjadi, perusahaan akan rugi besar. Bahkan kerugiannya lebih besar ketimbang beban membayar THR untuk para karyawannya. Sebab, ketika perusahaan digenjot kenaikan produksi menghadapi lebaran, disisi lain para buruh malah mogok kerja.

“Perusahaan juga nggak mau rugi, jika karyawannya mogok kerja. Oleh karena itu, saya meyakini semua perusahaan akan membayar THR tepat waktu,” ujarnya.

Guna meyakinkan dan menjamin semua perusahaan membayar THR, kata dia, pada H-10 sejumlah pengawas Dinsosnaker akan disebar ke setiap perusahaan. Mereka akan mengingatkan kepada perusahaan tentang kewajiban membayar THR.

Dinsosnaker juga akan melayangkan surat teguran apabila ada perusahaan yang terlambat membayar THR di atas H-7. “Akan tetapi, dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pembayaraan THR di Kab. Sumedang, alhamdullllah selalu lancar dan tepat waktu,” ujar Iwa. (Adang Jukardi/A-89)*

Sumber: pikiran-rakyat.com/node/289843

1 KOMENTAR

  1. sangat bagus pak klo seperti itu, akan tetapi klo kita terjun lansung ke pekerjanya langsung jangan ke pihak perusahaannya saja.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here