Relokasi Pedagang Pasar Sumedang Batal

0

KABAR SUMEDANG – Relokasi ratusan pedagang pedagang di Pasar Inpres dan Sandang Sumedang batal dilakukan. Penyebabnya, pedagang enggan direlokasi ke Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Semestinya, 200 pemilik kios ini harus sudah menempati TPS karena pemindahan pedagang ini sudah dijadwalkan dalam agenda tahapan revitalisasi.

Proses relokasi dimulai sejak tengah hari. Sejumlah petugas keamanan disiagakan di sekitar pasar untuk menjaga ketertiban proses relokasi ini.

Namun, meski tim revitalisasi dari pemkab sudah meminta dan mengawal pemindahan ini, sejumlah warga pasar tak bergeming di kios asalnya. Beberapa di antaranya malah beradu mulut dengan petugas Satpol PP dan petugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumedang.

Asep Rahmat Hidayat, salah satu pedagang pasar mengatakan, penolakan relokasi ke TPS karena mereka harus menunggu putusan pengadilan terkait gugatan warga pasar kepada Pemkab Sumedang atas rencana revitalisasi pasar yang tidak sesuai dengan keinginan warga pasar. Gugatan ini masih diproses di Pengadilan Negeri Sumedang dan akan memasuki tahap putusan sekitar 2 pekan lagi.

“Kami tidak mau pindah dan pemkab harus mengerti itu. Sekarang kan sedang ada proses hukum yang berjalan soal pasar ini, jadi sebaiknya tunggu saja putusannya seperti apa,” kata Asep.

Gugatan ini dilayangkan sejak akhir Februari 2014 lalu dipicu karena adanya ketidakpuasan dari pedagang atas rencana revitalisasi pasar yang dilakukan pemkab.

Setelah beradu mulut, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Encep Sudirjo akhirnya menengahi bahwa pihaknya akan memberikan waktu hingga 15 Mei 2014. Tanggal ini merupakan agenda putusan pengadilan soal gugatan pasar.

“Kami beri waktu sampai tanggal 15 Mei 2014, jadi tanggal 16 Mei 2014 semua harus sudah pindah,” kata Encep.

Ketika dikonfirmasi, Encep menyebutkan tindakan itu ditujukan untuk menciptakan keamanan di pasar Sumedang. Menurutnya proses relokasi jangan mengundang kericuhan.

“Jika maunya pedagang pasar demikian kami turuti asalkan jangan ada penolakan atau pembatahan lagi, sekarang sudah sepakat bahwa sekitar dua pekan lagi harus sudah pindah,” ujar Encep.

Rencana revitalisasi pasar Sumedang sudah ditetapkan sejak awal 2013 lalu. Pembuatan nota kesepahaman antara pemkab dan pengembang dilakukan sekitar Juni 2013 yang ditindaklanjuti dengan pembuatan Perjanjain Kerjasama.

Dokumen ini pun kembali bermasalah meski sudah ditandatangani. Sebagian pedagang masih keberatan dengan perjanjian ini terutama mengenai harga kios.

Menurut jadwal revitalisasi, pada Maret 2014 pembangunan fisik harus sudah dimulai karena sejak Februari 2014 seluruh pedagang harus sudah meninggalkan pasar dan berjualan sementara di tempat yang sudah disediakan.

Ketua Komisi B Jafar Sidik mengatakan, minimnya pengawasan dan lemahnya pengaturan dari pemkab menjadi penyebab terkatung-katungnya proses revitalisasi ini.

Pihaknya sempat sudah enggan membahas dan menerima keluhan dari warga pasar karena terlalu banyaknya pihak yang mengadu.

“Ada banyak kelompok dan pihak di tengah warga pasar sendiri jadi terlalu banyak kepentingan. Semuanya mengadu dan mengeluh, padahal sejak proses pembuatan perjanjian kerja sama sudah disepakati semuanya,” kata Jafar.

Saat ini, sejumlah tempat penampungan sementara pun sudah berdiri di bagian depan pasar atau sekitar Taman Endog Sumedang. Namun, jumlah kios ini hanya ada puluhan sementara pedagang pasar jumlahnya 200.

Jumlah ini belum termasuk PKL yang jumlahnya sekitar 200 yang sama-sama ingin difasilitasi meski tak punya kios. [hus]

Sumber: inilahkoran.com/read/detail/2098277/relokasi-pedagang-pasar-sumedang-batal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here