Produk Ikan Kaleng Mengandung Cacing di Sumedang Masih Dijual Bebas

0

KABAR SUMEDANG – Penemuan cacing dalam produk ikan kemasan kaleng, terus menjadi sorotan warga, termasuk di Sumedang. Hasil inspeksi mendadak (sidak) ditemukan satu produk yang sudah dinyatakan mengandung parasit, masih dijual bebas.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Disperindag Sumedang menggelar sidak produk makanan kaleng yang terjangkit parasit cacing itu Senin (2/4). Ini mengacu kepada hasil temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang telah melansir 27 produk mengandung parasit, antara lain Sarden Makarel.

Fakta tersebut diperoleh setelah BPOM menelusuri 541 sampel ikan dalam kemasan yang terdiri dari 66 merek yang diperjualbelikan di Indonesia. Pantauan Radar Sumedang (Pojoksatu.id Group) di lapangan, dalam operasi tersebut Disperindag telah mengambil sampel kurang lebih 4 grosir dan 6 minimarket yang tersebar di areal Sumedang Kota.

Hasilnya dari 4 grosir tersebut masih ditemukan produk sarden makarel yang masih dijual bebas. Sementara untuk di mini market alfa dan indomaret serta pusat perbelanjaan seperti Griya dan Asia Plaza, Disperindag tidak menemukan produk tersebut.

“Pada intinya kalau di grosir kan mereka tidak tersentuh oleh pengusaha ritel nya juga tidak ada surat edaran, jadi ya mereka informasi nya dari kita. Lebih lagi di wilayah, kita sifatnya hanya ada ya harus ditarik dari peredaran,” ujar Kepala Bidang Perdagangan, Elly Suliasih.

Dikatakan Elly, sejauh yang ia temukan, untuk tempat perbelanjaan modern dirinya mengklaim produk makanan kaleng makarel telah lama ditarik dari peredaran sejak adanya Intruksi dari BPOM. Lantaran para distributor pun dinilai patuh terhadap Himbauan tersebut.

“Adapun untuk toko toko seperti indomaret alfamart Griya, dan Asia Plaza itu sudah aman karena sebelumnya memang sudah dikasih surat edaran juga dari pusat bahwa itu harus sudah ditarik dari peredaran. Kalau pun memang masih ditemukan di alfamart atau indomaret dan super marketing itu pun sudah tidak di display dan disimpan di gudang untuk diretur,” ucapnya.

Kendati demikian, lanjut Elly, pihaknya mengaku masih kesulitan untuk mengontrol peredaran produk tersebut di pasaran seperti di grosir. “Cuman masalahnya di kita ini ada beberapa grosir grosir dan alhamdulillah mereka sudah menyadari, bahwa ini akan ditarik dan tidak akan di display lagi,” katanya.

Selain itu lanjut Elly, guna mengantisipasi hal tersebut, pihaknya akan menggelar pertemuan dengan beberapa pihak untuk membahas perihal produk makanan berbahaya tersebut. Dengan begitu, peredaran produk makanan kaleng yang sudah dinyatakan tidak layak konsumsi tersebut bisa steril baik dari penyedia maupun penjual.

“Tindak lanjut dari kami, ini akan menjadi laporan kami kami akan buat laporan untuk semua wilayah, karena kami menyebarkan tim di seluruh kabupaten Sumedang. Dan besok pagi secepatnya kami akan membahas dari hasil temuan di lapangan, dan akan berkoordinasi dengan pihak pihak yang berwajib untuk menarik produk produk ini barangkali masih ada gitu,” tukasnya Lebih jauh, Elly beranggapan bahwa pihak distributor jauh-jauh hari sudah memahami akan kondisi yang tengah terjadi saat ini.

Dengan begitu upaya pencegahan dini tidak akan terlalu merepotkan Dinas terkait di daerah. “Tapi saya yakin kalau mereka sudah dikasih tau bahwa perusahaan tidak boleh meng-edarkan lagi produk produk ini untuk ditukarkan ke produsen atau distributor nya. Jadi Mudah-mudahan tidak harus kami yang menarik,” terangnya.

Perlu diketahui merek produk makarel kaleng tersebut yakni ABC, ABT, Ayam Brand, Botan, CP, Dongwon, DR Fish, Farmerjack, Fiesta Seafood, Gaga, Hoki, Hosen, Jojo Kingfisher, LSC, Maya, Nago, Naraya, Poh Sung, Pronas, Ranesa, Sempio, TLC, dan TSC.

Saat ini, BPOM telah menginstruksikan produsen merek-merek tersebut untuk menarik produk yang telanjur beredar di pasaran. Nantinya, produk tersebut akan dimusnahkan. Sementara itu salah satu karyawan Grosir, Beben mengatakan, terhitung sejak pemberitaan produk makanan kaleng tersebut ramai diperbincangkan dirinya akan mengembalikan produk tersebut kepada produsen yang bersangkutan.

Saya baru ada pemberitahuan hari ini dari Bu Kadis, sejak ada pemberitaan di media saya baru tau akan hal itu. Oleh sebab itu kita akan kembalikan ke distributor karena kami pun hanya punya dua dus stok untuk produk itu. Lebih lagi kan ini mah kita dapet dari ritelnya langsung tidak ada pemberitahuan kepada tiap grosir,” tandasnya.

Sumber : jabar.pojoksatu.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here