Polres Sumedang Bekuk Komplotan Penguras Duit ATM Modus Ganjal Korek

0

KABAR SUMEDANG – Polres Sumedang membekuk komplotan penguras duit di mesin anjunan tunai mandiri (ATM) bermodus ganjal korek. Kawanan penjahat ini kerap beraksi di sejumlah daerah Jabar. Ketiga pelaku yaitu Erwin Firnando (24), Beni Afrizal (27), dan Ahmad Junaedi (34). Kasus terungkap setelah mereka berhasil mengelabui korban, Nelita Agustini (44), yang hendak menarik uang di ATM BCA Indomart atau depan RSUD Sumedang, Jalan Geusan Ulun, Selasa (6/5), kemarin petang.

“Setelah korban melapor, kami bergerak memburu pelaku. Dalam waktu singkat atau malam harinya, kami menangkap ketiga pelaku yang masih berada di Sumedang. Satu pelaku lainnya kabur,” ucap Kapolres Sumedang AKBP Yully Kurniawan saat dihubungi via telepon, Rabu (7/5/2014). Yully menjelaskan, kawanan penjahat ini sempat menguras duit milik korban sebanyak Rp 29 juta secara bertahap. Awalnya korban kebingunan lantaran kartu ATM sulit masuk ke dalam mesin.

“Mulut mesin ATM itu diganjal atau diselipkan pentul korek api. Mengetahui korban ada kendala, salah satu pelaku datang pura-pura membantu. Nah, pelaku ternyata menukar kartu ATM korban dengan jenis serupa. Sewaktu kartunya dimasukan, ternyata macet. Korban mengira kartu miliknya yang tertelan,” tutur Yully. Pelaku lainnya masuk sambil menawarkan bantuan kepada korban yang terlihat panik. Pelaku pura-pura menelepon nomor call center berupa stiker yang tepasang di ruangan ATM. Rupanya nomor call center itu fiktif.

“Nomor telepon itu ternyata tersambung ke pelaku lainnya yang menunggu di mobil. Korban dipandu untuk menyebutkan nomor PIN ATM. Setelah itu, pelaku lain yang memegang kartu asli milik korban langsung tarik tunai uang, transfer dan belanja elektronik,” ucap Yully. Komplotan ini membagi peran sewaktu melancarkan aksinya. Beni bertugas mengganjal mesin ATM pakai korek api dan menyamar petugas call center, Erwin serta Ahmad sebagai pengawas situasi, dan Hanapi (buron) berpura-pura memberikan bantuan telepon ke call center.

“Mereka beberapa kali melakukan kejahatan serupa. Di Subang pada 5 Mei, mereka menggasak uang 12 juta rupiah. Lalu di Purwakarta pada 6 Mei, pelaku berhasil menarik uang 8 juta rupiah,” ucap Kasatrekrim Polres Sumedang AKP Niko Adi Putra. Polisi menyita barang bukti berupa satu unit mobil, tiga unit telepon genggam, satu kamera digital, empat dompet, 25 kartu ATM, dan uang Rp 7.450.000. Ketiga pelaku meringkuk di sel tahanan Mapolres Sumedang. Mereka dijerat Pasal 378 KUH Pidana yang ancaman hukuman maksimal penjara empat tahun.

Sumber:news.detik.com/read/2014/05/07/120001/2575744/486/2/polres-sumedang-bekuk-komplotan-penguras-duit-atm-modus-ganjal-korek

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here