Peternak Ayam di Sumedang Kembali Merugi

0

Sumedang – Peternak ayam di Sumedang mengalami kerugian lagi akibat cuaca buruk di mana suhu cenderung rendah disertai angin kencang. Kerugian karena ratusan ekor ayam mati setiap harinya.

“Karena cuaca buruk banyak ayam mati dan sekarang kami rugi lagi,” kata Cecep (37)salah seorang peternak ayam sayur di Desa Cikeusi, Kecamatan Darmaraja, Senin (10/2/2014).

Dampak lainnya, harga ayam pun naik. Begitu juga dengan telur yang harganya sudah melambung tinggi karena jarang didapat kualitas telur yang bagus akibat cuaca buruk.

“Harga ayam dan telur saya naikkan, karena kami para peternak juga tak mau rugi,” kata Cecep.

Menurut Cecep, peternak belum bisa mengantisipasi tingginya angka kematian tersebut. Pasalnya angka kematian ayam memang dipicu oleh faktor cuaca.

Sejumlah peternak ayam di beberapa tempat mengakui, sampai saat ini angka kematian ayam mencapai 50 persen dari jumlah ayam dalam satu kandang.

Kejadian serupa memang berulang setiap tahunnya selama intensitas curah hujan masih tinggi.

“Yang kami ketahui ya penyebabnya cuaca saja, penyebab lainnya kami tidak tahu,” kata Wawan,peternak lainnya.

Dikatakannya, saat ini saja, dalam kandang yang berkapasitas 2000 ekor hampir setengahnya mati dalam kurun waktu dua minggu.

“Padahal kami sudah berupaya menambah penghangat buatan serta menutup rapat kandang,agar kondisi suhu stabil,” tuturnya.

Namun, katanya, angka kematian tetap saja terjadi sehingga peternak banyak yang merugi saat cuaca seperti sekarang.

“Yang jelas pendapatan menurun. Bahkan banyak peternak yang berhenti sementara sampai menunggu cuaca panas,” ujar Wawan.[ito]

Sumber : http://www.inilahkoran.com/read/detail/2072630/peternak-ayam-di-sumedang-kembali-merugi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here