Perhutani Melakukan Pengamanan Hutan Pasca Pembongkaran Warung

0

SUMEDANG – Perum Perhutani KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Sumedang secara kontinyu melakukan pengamanan dan pengawasan kawasan hutan Cadas Pangeran Atas (CPA) di wilayah Kec. Pamulihan dan Sumedang Selatan. Pengamanan dan pengawasan tersebut, menyusul pembongkaran 21 warung remang (warem) di CPA beberapa hari lalu.

“Pengamanan dan pengawasan di kawasan hutan CPA pascapembongkaran warung, sampai sekarang masih berlangsung. Setiap harinya kami rutin melakukan patroli,” kata Administratur Perum Perhutani KPH Sumedang, Cucu Suparman ketika dihubungi di Sumedang, Minggu (19/1/2014).

Menurut dia, pengamanan dan pengawasannya bersifat tertutup, yaitu dengan menerjunkan sejumlah petugas polisi hutan (polhut) untuk berpatroli mengecek situasi dan kondisi di kawasan hutan CPA. Selain itu juga, Perhutani pun mengerahkan sejumlah petugas polhut berpakaian preman untuk melakukan pemantauan di lapangan.

“Termasuk saya sendiri, kalau mau ke kantor di Sumedang setiap harinya selalu lewat ke jalur CPA. Jadi cukup pengamanan tertutup saja. Tidak sampai dijaga langsung oleh beberapa petugas di lokasi atau istilahnya pengamanan terbuka,” kata Cucu.

Disyukuri, lanjut dia, hasil pemantauan di lapangan sejak pembongkaran puluhan warem, Kamis (16/1/2014) lalu, situasi dan kondisi di kawasan hutan CPA relatif aman. Seratus bibit pohon kemiri sunan yang sengaja ditanam di lokasi pembongkaran warung, hingga kini masih utuh.

“Selain itu juga, alhamdulillah tidak ada ancaman terhadap para petugas di lapangan. Kami terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan muspida terutama pihak Kodim 0610/Sumedang dan Polres Sumedang terkait kondisi terkini di CPA, pascapembongkaran,” tuturnya.

Menyinggung upaya penertiban sekitar 10 warem di kawasan hutan Perhutani di daerah Pasirucing, Kec. Sumedang Selatan, Cucu mengatakan, pihaknya belum berencana melakukan penertiban.

Hingga kini Perhutani masih melakukan pendataan sekaligus investigasi tentang keberadaan warem di daerah Pasirucing tersebut. “Kita serap informasi dulu sekaligus pendataan. Kalau data dan infomasinya sudah lengkap, baru lah kita melangkah pada upaya penertiban,” ujarnya.

Ditanya puluhan warung remang di jalur Jalan Bandung-Cirebon di daerah Nyalindung Kec. Paseh dan Tomo, ia menyebutkan, puluhan warem di pinggir jalan di daerah Nyalindung, Kec. Paseh dan Tomo, di luar kawasan hutan Perhutani. “Kalau Nyalindung, di luar kawasan hutan Perhutani,” ujarnya. (A-67/A-89)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/266615

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here