Pembangunan Jalan Di Atas Saluran PT. Kahatex Ada Izin

0

Milik Aset/Harta Kekayaan Desa Mangunarga

KABAR SUMEDANG, CIMANGGUNG  – Manajemen PT. Kahatex menegaskan, pembangunan beton aspal sepanjang 80 meter lebar 7 meter di atas saluran yang ada di kawasan PT. Kahatex sudah menempuh prosedur perizinan yang dikeluarkan pemerintah setempat.Pihak Kahatex juga menyatakan siap membuktikan dan memperlihatkan serta membuktikan asal usul serta perizinan pembangunan jalan di atas saluran itu. Hingga Minggu (20/4), pembangunan jalan beton sepanjang 80 meter dan lebar 7 meter di atas saluran itu sudah berlangsung beberapa tahun terakhir ini.”Itu saluran, bukan sungai. Tidak ada yang namanya Sungai Cikijing. Yang ada saluran di pinggir Kampung Cikijing,” kata Kabag Umum PT. Kahatex, Ludy kepada wartawan di Gedung PT. Kahatex Jalan Raya Bandung-Garut, Desa Mangunarga, Kec. Cimanggung, Kab. Sumedang, Sabtu (19/4/14).

Pernyataan Ludy itu menanggapi adanya pernyataan dari jajaran Muspida Jabar kepada PT. Kahatex harus membongkar pembangunan jalan yang menutupi Sungai Cikijing. Mereka menyatakan, pembongkaran bangunan jalan itu untuk menanggulangi banjir di Jalan Raya Bandung-Garut yang selama ini sering terjadi setiap memasuki musim hujan.

Didampingi Kepala Desa Mangunarga Ratman dan Mantan Kepala Desa Cisempur Kec. Jatinangor Aan Sobandi, Ludy mengatakan, pembangunan jalan di atas saluran itu, sudah ada izin dari aparat Desa Mangunarga. Pasalnya, saluran itu milik aset Desa Mangunarga sesuai dalam catatan aset buku kuning yang ada di desa.

“Itu (saluran) harta kekayaan desa. Ada legalitasnya,” tegasnya.

Dikatakannya, saluran yang di atasnya ada bangunan jalan itu merupakan saluran dengan status saluran tadah hujan. Karena itu, saat dilakukan pembangunan jalan, saluran yang semula lebarnya 1,5 meter diperlebar menjadi 7 meter.

“Panjang saluran yang ditutup dan dibangun jalan itu sepanjang 80 meter. Tetapi Kahatex melakukan perawatan saluran itu hingga sepanjang 700 meter,” katanya.

Menurutnya, status saluran milik Desa Mangunarga itu sewa pakai dan bukan milik Kahatex. Setiap tahunnya, Kahatex memberikan sewa Rp 7,5 juta per tahun, sebelumnya Rp 5 juta.

“Kemudian bangunan jalan itu dibongkar, nanti dulu. Dimana keadilannya? Kalaupun Kahatex dituduh melakukan tindak pidana, dimana pelanggarannya? Kalaupun pembangunannya tanpa izin, itu masuk perdata. Tapi ini kan, izinnya lengkap,” jelas Ludy. (kos)GM

Sumber:http://www.klik-galamedia.com/pembangunan-jalan-di-atas-saluran-pt-kahatex-ada-izin

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here