Pelaku Pembunuhan di Ujungjaya Diancam Hukuman Seumur Hidup

0

KABAR SUMEDANG – HS alias Topan, pelaku pembunuhan terhadap mantan istrinya Juju Juarsih (36) di rumah kontrakannya di Dusun Bopa RT 03/RW 9, Desa/Kecamatan Ujungjaya, Minggu (8/6/2014) lalu, diancam hukuman penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Ancaman hukuman tersebut, sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP, yakni dengan sengaja dan direncanakan terlebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain.

“Karena memang, dari hasil pemeriksaan tersangka, perbuatan sadisnya itu diakui sudah direncanakan sebelumnya. Bahkan HS berulangkali mengirimkan pesan singkat terhadap korban. Jika korban jadi menikah dengan pacarnya yakni Wawan Dermawan alias Oboy, semua keluarganya termasuk korban dan Oboy akan dihabisi,” ujar Kasat Reskrim Polres Sumedang Niko N. Adi Putra saat ekspose kasus pembunuhan tersebut, di Mapolres Sumedang, Kamis (12/6/2014).

Tak hanya ancaman, lanjut Niko, HS pun telah merencanakan pembunuhan dengan beberapa kali memantau situasi dan kondisi di rumah kontrakan korban. Bahkan HS sengaja menyimpan dan menyiapkan pisau lipat untuk melakukan kejahatan tersebut.

“Rencana pembunuhannya, benar-benar dilakukan di rumah kontrakan korban Minggu (8/6/2014) lalu pukul 16.23 WIB. Kebetulan, saat itu ada Oboy yang tengah memperlihatkan surat cerai dengan mantan istrinya kepada orang tua korban. Sebab, Oboy akan menikahi korban setelah lebaran,” ujar Niko didampingi Kasubag Humas Jhony Adrijanto.

Menurut dia, pembunuhan sadis HS, dilakukan dengan menusuk perut korban dan menusuk leher korban beberapa kali hingga korban tewas bersimbah darah.

Seperti kerasukan setan, mantan mertuanya sendiri jadi sasaran. Ayah korban, Sarmat ditusuk di perutnya dan ibu korban, Nining pun ditikam diperut dan lehernya. Akibatnya, Sarmat dan Nining kritis hingga dilarikan ke Rumah Sakit Plumbon Cirebon.

“Namun, Oboy yang menjadi target sasaran awal pembunuhan, selamat dari maut. Ketika HS akan membunuh Oboy, Oboy melawan sehingga tikaman pisau pelaku hanya mengenai jaketnya. Ketika dihalangi Sarmat dan Nining, Oboy langsung kabur menyelamatkan diri,” katanya

Lebih jauh Niko menjelaskan, motif pembunuhannya karena HS dendam dan terbakar api cemburu terhadap Oboy, pacar sekaligus calon suami baru korban.

Apalagi keretakan rumah tangga korban dengan HS yang dibina 16 tahun lamanya hingga dikarunia 2 anak, akibat perselingkuhan korban dengan Oboy.

Perselingkuhan tersebut membuat korban dan HS cerai. Tak terima korban akan dinikahi Oboy, sehingga HS dendam dan mengancam akan membunuh Oboy, korban beserta keluarganya.

Terlebih kecemburuan HS memuncak, selain korban yang sebelumnya bekerja sebagai penyanyi dangdut berparas cantik, juga tak rela kedua anaknya dekat dengan Oboy.

“Sebetulnya, dulu sebelum menikah, korban berpacaran dengan Oboy. Namun di tengah jalan, HS nyerobot hingga akhirnya bisa menikahi korban. Di saat rumah tangganya mulai tidak harmonis, Oboy kembali masuk ke dalam kehidupan korban hingga terjadi perselingkuhan. Jadi, motif pembuhuhan sadis di Ujungjaya itu, gara-gara hubungan asmara,” ujar Niko. (Adang Jukardi/A-89)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/285038

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here