Pedagang Pasar Sandang Tolak Revitalisasi Pasar

0
Pasar Impres Sumedang

KABAR SUMEDANG – Sebanyak 110 orang pedagang di bawah naungan Himpunan Warga Pasar (Hiwapa) Pasar Sandang Sumedang (PSS) melakukan pertemuan di GOR Pancawarna PSS di Kec. Sumedang Utara, Rabu (25/2/2015).

Pertemuan itu guna menindaklanjuti sikap Pemkab Sumedang bersama unsur muspida (musyawarah pimpinan daerah) yang sepakat akan meneruskan revitalisasi PSS menjadi pasar semi modern di kantor Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Pemkab Sumedang, Senin (23/2/2015) lalu.

Dalam pertemuan itu, mereka kompak menolak revitalisasi pasar dan akan menghabiskan HGB (Hak Guna Bangunan) kios sampai tahun 2019. Mereka pun menolak rencana pemda yang akan memberikan kompensasi kepada pemegang HGB yang masih berlaku.

“Kami juga menolak rencana pemda yang akan memindahkan semua PKL (pedagang kaki lima) Pasar Sandang ke kawasan Stadion Ahmad Yani,” ujar Ketua Hiwapa PSS, Asep Rohmat Hidayat, di GOR Pancawarna PSS, Rabu (25/2/2015).

Menurut dia, jika pemda dan unsur muspida tetap memaksakan kehendak dengan melanjutkan revitalisasi PSS, para pedagang akan menghadapi dengan berbagai risikonya. Apabila itu terjadi, berarti pemda dinilai sudah melanggar hukum.

Pasalnya, proses gugatan hukum yang diajukan Hiwapa terkait revitalisasi PSS ke Pengadilan Negeri Sumedang dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), hingga kini belum ada keputusan hukum yang tetap. Hal itu, sehubungan Hiwapa mengajukan banding.

“Ketika pemda memaksakan kehendak disaat proses hukum masih berjalan, berarti pemda melanggar hukum. Bahkan jika para pedagang terusik, tak segan-segan kami akan mengadukan ke Komnas HAM,” ujarnya.

Ia menuturkan, kendati yang mengajukan gugatan sekitar 17 orang pedagang, dinilai tetap mewakili para pedagang lainnya. Hal itu diperkuat dengan surat pernyataan dukungan para pedagang terhadap Hiwapa, terutama para pemegang HGB yang masih berlaku. Bahkan para PKL PSS sekitar 400 orang, merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan pedagang pemilik kios.

“Oleh karena itu, ketika para PKL akan dipindahkan ke sekitar Stadion Ahmad Yani, sikapnya sama, menolak pemindahan. Terlebih rencana pemindahan para PKL itu, bagian dari proses revitalisasi pasar,” ujar Asep.

Kecuali pemindahan para PKL yang berjualan di TPS (tempat penampungan sementara) di sekitar Taman Telur, Hiwapa menyetujui bahkan sangat mendukungnya.

Selain karena izin operasional TPS-nya sudah habis masa berlakunya, juga merusak keindahan Taman Telur sebagai salah satu ikon Sumedang. Bahkan keberadaan PKL di Taman Telur, kondisinya kumuh, penyebab banjir serta membuat macet kendaraan.

“Kalau yang dipindahkan PKL di Taman Telur, silakan. Justru itu yang kami mau karena keberadaannya merusak dan membuat kumuh Taman Telur,” katanya.

Ditanya menurut pemda pemindahan PKL itu justru atas keinginan para pedagang sendiri, Asep membantah. Ia mengatakan, hasil pengecekan langsung kepada para pedagang, tidak ada satu pun PKL Pasar Sandang yang ingin dipindahkan ke kawasan Stadion Ahmad Yani. “Kami akan waspada, takut informasi itu manuver dari oknum untuk mengadu domba para pedagang,” katanya. (Adang Jukardi/A-89)***

Sumber : pikiran-rakyat.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here