Pasien TB Bandel, MDR Akibatnya

0

KABAR SUMEDANG – Pasien tuberculosa bisa sembuh dengan terapi sejumlah obat-obatan yang harus dikonsumsi rutin, berkelanjutan, dan tanpa absen. Jika pasien melakukan terapi ini dengan benar, medis menjamin, bakteri mycobacterium tuberculosis yang masuk ke dalam paru-paru ini akan mati. Pasien jadi terbebas dari infeksi pernafasan yang disebabkan bakteri sangat kuat ini.

Sebaliknya, jika pasien tak patuh mengonsumsi obat-obatan, maka pasien akan mengalami MDR (Multi Drug Resistant). Kondisi ini akan lebih parah dan membutuhkan penanganan yang lebih serius.

“MDR adalah kondisi dimana pasien TB sudah resisten dengan obat-obatan TB alias tidak mempan lagi diberikan terapi obat-obatan. Kondisi akan lebih parah dan membutuhkan terapi atau penanganan tindak lanjut,” kata Euis Yuliantini, Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Sumedang, Jumat (4/4/2014).

Pasien akan mengalami MDR ketika terlambat minum obat atau ada suatu waktu pasien tidak meminum obat. Padahal, pasien TB harus selalu patuh dengan anjuran dokter untuk mengonsumsi obat-obatan yang biasanya diberikan dalam kurun waktu enam bulan. Itulah sebabnya, pasien TB harus didampingi Pengawas Minum Obat (PMO) yang siap mengingatkan jadwal minum obat.

Menurut Euis, saat ini ditemukan 8 pasien dengan kasus MDR. “Sekarang saja sudah 8 pasien TB yang MDR, itu akibat bandel pasiennya nggak mau teratur minum obat,” terang Euis.

Lantas, gawatkah jika sudah ada pasien MDR? Euis menjelaskan, jika ada pasien TB dengan MDR maka bakteri yang dapat menular sudah dalam kondisi MDR.

“TB kan mudah menular dari paparan ludah dan dahak pasien TB. Pasien TB batuk saja lalu ada bakteri penyebab TB yang ikut masuk terhirup oleh pasien sehat maka langsung menular. Nah, kalau dahak atau ludah itu sudah MDR maka bakteri akan semakin kuat. Bakteri TB biasa saja sudah kuat makanya butuh pengobatan teratur dan berjangka waktu apalagi yang MDR,” papar Euis. [rni]Inilah

Sumber : http://www.inilahkoran.com/read/detail/2088957/pasien-tb-bandel-mdr-akibatnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here