Pasar Tradisional Harus Siap Sambut Pasar Bebas

0

KABAR SUMEDANG – Pedagang pasar tradisional harus siap menyambut Pasar Bebas ASEAN tahun 2015. Diharapkan para pelaku usaha pasar tradisional di Sumedang bersiaga dengan meningkatkan kualitas pelayanan dan juga barang yang dijual.

“Pasar bebas ASEAN ini universal, namun pedagang pasar tradisional di Sumedang harus siap menyambutnya. Jika tidak siap maka akan tergerus perekonomiannya,” kata Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumedang Encep Sudirjo dalam sosialisasi Perda pengelolaan pasar tradisional, Senin (17/2/2014).

Menurut Encep, jika para pelaku usaha tidak berbenah dari sekarang, mereka akan tersingkirkan dengan sendirinya.

Selama ini, pasar tradisional masih jadi tempat belanja kebutuhan masyarakat. Namun jika kenyamanan konsumen dalam bertransaksi tidak diperhatikan, tentunya konsumen akan pindah ke tempat lain.

Apalagi, kata Encep, pertumbuhan pasar modern yang semakin meningkat akan menjadi pesaing bagi para pedagang.

Perbandingannya, pasar modern yang ada di Sumedang mencapai sekitar 70 unit. Jauh berbeda dengan jumlah pasar tradisional di bawah binaan Pemkab Sumedang yang hanya sembilan unit.

“Menjamurnya pasar modern di luar kendali,” katanya.

Menurut dia, terlepas dari kenyataan banyaknya pasar modern, dibutuhkan peran serta masyarakat dalam mengetahui dan menyadari dampak dari keberadaan pasar modern.

“Termasuk revitalisasi pasar inpres dan pasar sandang, masyarakat harus mengetahui dan mendukung. Revitalisasi pasar tersebut akan menawarkan kenyamanan berbelanja bagi konsumen. Selain itu, juga akan menjadikan pasar semi modern yang representatif agar perekonomian di Sumedang tertata dengan baik,” kata Encep.

Di Sumedang, ada beberapa pasar termasuk pasar desa yang mendapatkan bantuan untuk peningkatan kualitas pelayanan. Di antaranya Pasar Conggeang yang mendapatkan DAK dengan nilai Rp1,7 miliar, dan Pasar Wado mendapatkan bantuan provinsi senilai Rp1,5 miliar.

Pasar-pasar lainnya seperti Pasar Kirisik, Pasar Darmaraja, Pasar Cipeundeuy, dan Pasar Cisitu juga mendapatkan bantuan dengan nilai dana lebih kecil.

“Saya harap, dengan adanya bantuan tersebut para pelaku usaha pasar tradisional bisa meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga pasar tradisional tidak hilang begitu saja di tengah persaingan menuju Pasar Bebas ASEAN 2015,” kata Ence. [hus]

Sumber : http://www.inilahkoran.com/read/detail/2074950/pasar-tradisional-harus-siap-sambut-pasar-bebas

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here