Omset Usaha Tahu Menurun

0
KET : TAHU H. ATENG SUMEDANG CABANG JATINANGOR DAN CILEUNYI

Dampak Kenaikan Harga Elpji

KABAR SUMEDANG – Naiknya harga bahan bakar gas elpiji ukuran 12 kg, dikeluhkan sejumlah pengusaha tahu di Sumedang. Sejak kenaikan harga tersebut, para pengusaha tahu mengaku mengalami penurunan omset hingga 20 persen.

“Kenaikan elpiji, jelas sekali berdampak terhadap penuru­nan omset. Namun, yang sa­ngat kami khawatirkan, justru se­tiap ada kenaikan harga elpiji, selalu diikuti dengan kelang­ka­an elpiji di pasaran,” kata pe­mi­lik pabrik tahu ‘Sari Kedele’ di Jalan Raya Ir. Soekarno – Jatinangor, H. Jarkasih, Jumat (12/9/2014).

Setiap ada kenaikan gas elpiji, katanya, para pengusaha tahu Sumedang selalu menyiasati terjadinya kerugian dengan memperkecil ukuran tahu.

“Untuk saat ini, ukuran dan harga tahu Sumedang masih normal. Namun, jika kenaikan berdampak kerugian yang signifikan, terpaksa pengusaha harus memperkecil ukuran tahu,” katanya.

Ia berharap, jika memang harga gas elpiji “keukeuh” harus naik, pengusaha tak mengalami kesulitan untuk mendapatnnya alias tak langka.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdaganagn Kab. Sumedang, H. Asep Sudrajat mengingatkan agar kenaikan harga elpiji tersebut tidak dimanfaatkan para spekulan atau oknum untuk menimbun elpiji sehingga langka di pasaran. Ia menghimbau, agar agen-agen elpiji tetap menyalurkan dengan baik kepada masyarakat. Bahkan, pihaknya tetap memantau pendistribusiannya.

“Di Kab. Sumedang sudah terbentuk Perhimpunan Pe­nyalur Gas (Propagas). Se­hingga, perhimpunan tersebut diharapkan bisa berperan da­lam menekan munculnya spe­kulan,” kata Asep. E-42***

Sumber: http://www.kabar-priangan.com/news/detail/14719

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here