Oknum Guru SMP Diadukan ke Polisi

0

Diduga Tampar Murid Hingga Luka

KABAR CISITU, – Ditampar guru olah raga di sekolahnya, Susi Rosdiani, siswi Kelas 3c SMPN 1 Cisitu, mengalami luka lebam di bagian pipi. Akibat kejadian tersebut, bahkan Susi mengalami pingsan dan saat ini enggan bersekolah.

Keterangan yang berhasil dihimpun, aksi tak terpuji yang dilakukan oleh oknum guru mata pelajaran olah raga, YS, terhadap Susi terjadi saat mata pelajaran olah raga di SMPN 1 Cisitu, Rabu (12/4/2014).

Dituturkan Susi, saat dikonfirmasi di rumahnya di Dusun Kawungluwuk, Desa Lingga­jaya, dia ditampar dua kali di pipi kiri. Oknum guru YS juga sempat membentur-benturkan bola ke kepala Susi.

“Saat itu sedang mempelajari materi basket melempar bola. Ketika diberi giliran, saya salah dalam melempar bola. Kemu­dian guru menegur untuk mengulangi. Namun saat akan mengulangi teknik melempar bola, ada teman-teman yang mengejek saya. Dari situ, kemudian saya melempar bola ke arah teman yang mengejek saya. Tapi bola ditangkap YS,” tutur Susi.

Setelah YS menangkap bola, YS menghampiri Susi kemudian menjewer sambil berkata dengan nada yang tidak sopan.

Setelah itu YS langsung menampar pipi kiri kemudian membentur-benturkan bola basket ke kepala Susi. “Saya ditampar dua kali,” ucap Susi.

Akibat perbuatan YS, Susi saat ini mengalami sakit rahang dan sakit di bagian kepala.

Orang tua Susi, Kosasih Adi Saputra, langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian setelah sebelumnya melakukan visum di klinik.

Kosasih mengungkapkan, dirinya kecewa terhadap perbuatan oknum guru tersebut karena sudah di luar batas kewajaran. Terlebih korban seorang siswa wanita dan termasuk anak yang tidak macam-macam. Bahkan di lingkungan sekolahnya Susi termasuk orang yang berprestasi dan aktif dalam berbagai kegiatan.

“Saya meminta guru tersebut diberikan sangsi yang setimpal,” ucapnya.

Dia berharap, oknum guru secepatnya meminta maaf atas perbuatannya itu.

Saat dikonfirmasi, Kepala SMPN 1 Cisitu, Ajat Bahtiar, MM, menyebutkan pihak sekolah belum mengetahui jelas kronologis aksi tampar yang dilakukan oleh YS. Karena pihak sekolah belum mendapatkan penjelasan dari YS yang kebetulan tidak masuk sekolah.

“Saya sendiri belum ketemu dengan guru tersebut. Nanti pihak sekolah akan mengklarifikasi kepada yang bersangkutan dan tentunya kepada Susi serta orang tuanya.

Tapi menurut Kepsek, pihak orang tua Susi memang sudah ada niatan menyelesaikan dengan kekeluargaan.

Namun demikian jika hal itu benar terjadi, guru YS harus menerima konsekuensinya. “Secepatnya pihak sekolah akan melakukan klarifikasi soal ini,” ujarnya. E-35***

Sumber : http://www.kabar-priangan.com/news/detail/12607

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here