Mulanya Hobi Akhirnya Jadi Prestasi

0

Siti Sofiah Ramadhany, Siswi SMP Al-Aqsha Jatinangor

KABAR SUMEDANG – Bagi sebagian orang, mata pelajaran matematika kerap dianggap sebagai pelajaran yang rumit dan menyebalkan, namun tidak demikian bagi Siti Sofiah Ramadhany.

Siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Pondok Pesantren (Pontren) Modern Al Aqsha, Jatinangor, Sumedang itu, matematika justru sangat menyenangkan. Sofi, begitu ia biasa disapa, memang sangat suka pelajaran matematika, bahkan boleh dibilang hobi.

“Saya memang suka ilmu-ilmu eksak. Selain matematika, saya suka fisika dan kimia,” ujar Sofi Minggu (11/5).

Dalam sehari, tak lebih dari 2 buku pelajaran matematika ia baca dan ia kerjakan soal-sola latihannya.

Hasilnya sungguh luar biasa, dari kegemarannya itu lahirlah sebuah prestasi yang mengagumkan. Sofi beberapa kali menjuarai olimpiade matematika. Salah satunya, olimpiade matematika se-Jawa Barat yang digelar di Sekolah Menengah Awal (SMA) 1 Sumedang beberapa waktu lalu.

Sejak duduk di bangku kelas 7 SMP sampai 9, Sofi selalu menjadi pemenang olimpiade. Maklum saja, anak yang bercita-cita jadi dokter ini memang sangat serius belajar. Apalagi, setiap harinya ia didorong oleh sang ayah dan digembleng di sekolahnya. Bahkan, karena lingkungan tempat sekolahnya berdiri juga cukup kondusif sehingga bakat Sofi dapat tersalurkan dengan baik.

“Saya ingin mencapai cita-cita. Oleh karena itu ilmu pengetahun dan teknologi yang diajarkan di Al-Aqsha saya pelajari dengan sungguh-sungguh. Selain ilmu eksak yang saya suaki ilmu keagamamaan seperti sejarah Islam, tafsir hadis, fikih, dan salafiah yang dikemas dengan cara modern saya ikuti dengan sungguh-sungguh,” katanya berapi-api.

Siswi berdarah Pangandaran ini mengaku merasa nyaman ketika berada di pondok (asrama). Sebab, ada banyak orang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Balikpapan, Jawa Timur, dan Banten.

“Yang penting, niat dan tekad yang tulus untuk belajar. Jika kita benar-benar serius, insya allah bisa dan cita-cita yang ingin dicapai insya allah akan tercapai,” akunya.

Jauh dari orang tua tak menyurutkan niatnya untuk terus memperdalam ilmu. Justru, karena jauh dari orangtua, membuat dirinya lebih mandiri. Bahkan, Sofi bisa membuktikan kepada teman dan orangtuanya, jika hal itu bisa. Dia pun bisa membuat gebrakan dengan skedule yang bersamaan dengan hobinya.

Saat menjuarai Olimpiade Matematika se-Jabar, Sofi menyisihkan 40 peserta lainnya dari SMP yang berada di Jabar.

“Matematika merupakan mata pelajaran yang saya anggap menyenangkan. Bahkan, matematika itu tak sulit jika kita rajin mempelajarinya,” kata Sofi.

Dalam perlombaan itu, Sofi harus melewati beberapa tes, diantaranya tes tertulis, idividual, dan tes kelompok. Sofi dibimbing oleh Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan Al-Aqsha, Ustaz Apip Hadi Susanto, memberikan kiat sukses belajar matematika kawan-kawannya

“Intinya harus berani mencoba, banyak latihan, dan pantang menyerah. Jika ketiga kiat itu dilakukan, lama kelamaan terbiasa dan bikin asyik,” tutupnya. (ziyan/”GM”)**

Sumber: klik-galamedia.com/mulanya-hobi-akhirnya-jadi-prestasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here