Mesin Pembakar Limbah Medis RSUD Sumedang Terbengkalai

0

SUMEDANG – Mesin pembakar limbah medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang mangkrak. Mesin insinerator yang ada di belakang RSUD itu tak lagi dipakai sejak kenaikan harga bahan bakar minya (BBM). Padahal setiap dua hari, limbah medis RSUD ini dibakar menjadi abu.

“Sejak kenaikan BBM,insinerator pembakar limbah medis itu tak lagi digunakan,” kata Direktur RSUD Sumedang, Hilman Taufik, Selasa (6/8/2013).

Menurut Hilman, sebelum kenaikan harga BBM, RSUD membeli solar untuk bahan bakar mesin sampai 200 liter per dua kali sehari. “Sebelumnya masih diperbolehkan RSUD membeli solar bersubsidi dan kami membawa surat resmi supaya bisa membeli solar bersubsidi,” katanya.

Sejak kenaikan BBM itu, kata Hilman, RSUD tidak boleh lagi membeli solar bersubsidi. “RSUD sudah menjadi Badan Layanan Umum dan tidak boleh lagi beli solar subsidi,” katanya.

Hilman mengatakan dengan solar bersubsidi yang harganya Rp 4.500 per liter, pihaknya harus menyediakan dana Rp 900.000 untuk membeli 200 liter solar. “Sekarang harus membeli solar nonsubsidi yang harganya bisa mencapai Rp 9.000 per liter sehingga biaya operasional menjadi lebih tinggi,” ujar Hilman.

Imbas dari kenaikan harga BBM tersebut, menurut Hilman, ruang pembakaran limbah di RSUD Sumedang tak lagi dipakai dan mesin dibiarkan mangkrak menjadi besi tua.

“Pembakaran limbah sekarang diserahkan ke pihak ketiga dan diangkut ke Bogor untuk dimusnahkan di sana,” ujarnya.

Menurut Hilman, lama sebelum kenaikan BBM, pihak ketiga juga sudah menawarkan diri untuk membakar limbah medis dari RSUD Sumedang. “Tapi dulu dihitung lebih efisien kalau dibakar sendiri karena RSUD punya mesin incinerator. Sekarang tidak kuat lagi karena biaya membengkak sehingga diserahkan ke pihak ketiga,” kata Hilman.

Biaya operasional RSUD memang mengalami kenaikan dengan adanya kenaikan BBM dan juga tarif dasar listrik. “Untuk listrik saja yang biasanya Rp 60 juta per bulan sekarang naik menjadi Rp 100 juta,” katanya. (std)

Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2013/08/07/mesin-pembakar-limbah-medis-mangkrak

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here