Lima Jenazah Korban KM Zahro Express Diserahterimakan

0

KABAR NASIONAL – Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, kembali berhasil mengidentifikasi lima jenazah korban terbakarnya KM Zahro Express.

Kelima jenazah yang diidentifikasi pada Selasa (3/1/2017) yakni Muhammad Bunyamin (43), Nazwa Sarla (11), M.Nurdin (40), Yeti Herawati (40) dan Otih Sugiarti (69).

Hasil identifikasi kali ini menambah jumlah jenazah yang berhasil diidentifikasi sejak Minggu (1/1/2017) menjadi delapan orang, dari total 20 korban yang tewas terbakar.

Dari informasi keluarga korban, M Nurdin dan Nazwa adalah seorang ayah dan anak.

“Mereka berlibur bertiga. Baru dua ditemukan dan teridentifikasi. Sementara istri Nurdin belum ketemu,” ucap lelaki kakak kandung Nurdin yang enggan menyebut nama.

Sementara itu, Syarifah (50) rekan korban Benyamin menyebut, saat ini masih ada empat anggota keluarga Benyamin yang saat ini belum diketahui keberadaannya.

“Mereka berlibur sembilan orang. Empat ditemukan selamat dan hari ini diketahui Pak Benyamin meninggal. Masih ada empat anggota keluarga lain yang belum diketahui,” ujar Syarifah yang merupakan rekan sesama guru dengan Benyamin di SMA Islam Al Azhar 3, Kebayoran Baru.

Jenazah Benyamin akan dibawa ke kampung halamannya di Sumedang, Jawa Barat untuk dimakamkan pada Rabu (4/1/2017).

Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri Brigjen Pol Arthur Tampi mengatakan, kelima jenazah berhasil diindetifikasi berdasarkan dari data ante mortem primer dan sekunder.

“Untuk data primer kami mendapatkan data dari gigi. Kita bandingkan dan teridentifikasi,” jelasnya saat menggelar jumpa pers di RS Polri, Selasa.

Dari data sekunder, tim DVI melakukan identifikasi berdasarkan property yang kenakan korban, jenis kelamin dan tinggi badan.

“Seperti Nyonya Otih, yang dari penelitian sekunder diketahui mengenakan arloji, sepatu warna putih dan baju warna merah,” imbuhnya.

Kelima jenazah kemudian diserahterimakan kepada keluarga dan langsung dibawa ke rumah duka dengan mobil jenazah yang disediakan.

Tersisa 12

Kombes pol Luh Ike Kristiani menambahkan, dengan diidentifikasinya lima jenazah pada Selasa, tersisa 12 jenazah yang masih harus dilakukan identifikasi.

“Total ada 22 yang dibawa ke RS Polri dengan 20 di antaranya meninggal terbakar dan sisanya tenggelam. Delapan jenazah terbakar dan dua tenggelam sudah dibawa keluarga. Sekarang tinggal 12,” jelasnya.

Luh Ike menyebut, pihak keluarga korban saat ini masih terus berdatangan untuk mencari keluarga mereka.

“Sebab selain yang meninggal terbakar, ada 17 orang lain yang diduga hilang. Jumlah itu juga belum pasti karena ada perbedaan data manifes dengan fakta penumpang kapal,” terangnya.

Ditambahkan Luh Ike, pihaknya meminta keluarga yang kehilangan anggota keluarga bersabar.

Sebab, katanya proses identifikasi jenazah tidaklah mudah mengingat luka bakar jenazah mencapai 100 persen dan susah dikenali secara visual.

“Kami imbau keluarga menyerahkan data-data akurat, seperti riwayat kesehatan atau data sekunder lain agar memudahkan proses identifikasi,” jelasnya.

Sumber : wartakota.tribunnews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here