Lahan Pembuangan Sampah Pasar Cimanggung Menyempit

0

KABAR SUMEDANG – Lahan tempat pembuangan sampah sementara (TPSS) di Pasar Cimanggung, Kec. Cimanggung, sebagian termakan oleh pendirian kios dan lapak para pedagang. Akibatnya, lahan TPSS semakin menyempit hingga tumpukan sampahnya nyaris mencapai badan Jalan Parakanmuncang.

Selain gundukan sampahnya menimbulkan bau busuk menyengat dan berpotensi menimbulkan sumber penyakit, juga merusak pemandangan dan menimbulkan kemacetan di jalur jalan tersebut.

Padahal, arus lalu lintas di ruas Jalan Parakanmuncang cukup padat. Bahkan ruas Jalan Parakanmuncang-Simpang Pamulihan merupakan jalan alternatif yang strategis karena menghubungkan Jalan Raya Bandung-Garut dengan wilayah Kab. Sumedang. Selain itu, menjadi jalan alternatif arus mudik lebaran.

Tak hanya merusak pemandangan di jalur jalan saja, kondisi lingkungannya pun terlihat kumuh dan jorok. Apalagi lokasi TPSS itu, tak jauh dari kantor Kecamatan Cimanggung dan Polsek Cimanggung.

“Kalau dulu, lahan tempat pembuangan sampah di Pasar Cimanggung agak menjorok ke dalam. Namun, lama kelamaan terus tergeser oleh kios para pedagang. Akhirnya, lahan TPSS berada di pinggir jalan dan tumpukan sampahnya nyaris mencapai badan jalan,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Badan Lingkungan Hidup (BLH) Wilayah Jatinangor, Hermawan ketika ditemui di kantornya di Jln. Ir. Soekarno, Jatinangor, Kamis (23/10/2014).

Menurut dia, akibat lahannya semakin sempit, sehingga yang tadinya di lahan itu bisa menyimpan bak kontainer sampah dengan posisi melintang dan menghadap ke arah jalan, posisinya jadi berubah. Bak kontainernya hanya bisa disimpan menyamping searah jalur jalan.

“Karena posisi bak kontainernya hampir mencapai badan jalan, sehingga awal tahun 2013 lalu, pimpinan (Kepala BLH-red) mengeluarkan kebijakan untuk menarik bak kontainer tersebut. Setelah bak kontainernya ditarik, akhirnya pembuangan sampah pasar dikumpulkan di pinggir jalan,” katanya.

Hermawan tak memungkiri, tumpukan sampah di Pasar Cimanggung yang dibuang di pinggir Jalan Parakanmuncang, terlihat kumuh dan sareukseuk (jorok-red). Bahkan warga sekitar banyak yang mengeluh dengan kondisi tersebut. Akan tetapi, pihaknya tak bisa berbuat banyak karena masalah lahan dan TPSS bukan kewenangannya.

“Masalah tempat, kewenangan Disperindag yang membawahi UPTD Pasar Cimanggung dan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), terkait aset pemda. Kalau kewenangan kami, hanya sebatas pengangkutan sampahnya saja. Untuk pengangkutan sampah, sampai sekarang tak ada masalah. Setiap harinya, kami mengangkut sampah Pasar Cimanggung hingga dua rit (ritasi) sekitar 14 kubik,” ujarnya. (Adang Jukardi-“PR”/A-88)**

Sumber: pikiran-rakyat.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here