Kekeringan di Kab. Sumedang Relatif Kecil

0

KABAR SUMEDANG – Lahan pesawahan di Kab. Sumedang yang mengalami kekeringan di musim kemarau saat ini, dinilai relatif kecil. Dari luas tanam padi pada musim tanam tahun ini seluas 27.000 hektare, yang mengalami kekeringan seluas 16 hektare.

Dari lahan seluas itu, 14 hektare mengalami rusak ringan dan 2 haktare puso (gagal panen). Sementara lahan sawah yang terancam kekeringan di Kab. Sumedang seluas 26 hektare.

“Jadi, dengan melihat data tersebut, lahan pesawahan petani di Kab. Sumedang yang mengalami kekeringan, masih relatif kecil jika dibandingkan dengan total luas tanam padi tahun ini. Relatif kecilnya tanaman padi yang terkena kekeringan, karena umumnya para petani sudah keburu memanen padi sehingga terselamatkan. Setelah memanen, di musim kemarau ini mereka lebih memilih menunda dulu penanaman padinya sampai musim hujan tiba. Kecuali lahan sawah yang persediaan airnya terjamin,” ujar Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Sumedang, Yosep Suhayat ketika ditemui di kantornya, Selasa (16/9/2014).

Menurut dia, tanaman padi seluas 2 hektare yang puso akibat kekeringan, terjadi di lahan pesawahan di Desa Mekarjaya, Kec. Sumedang Utara.

Sementara 14 hektare tanaman padi yang rusak ringan, di antaranya terjadi di Kec. Surian 10 hektare, Jatinunggal 2 hektare, Ujungjaya satu hektare dan Sumedang Selatan satu hektare. Sementara tanaman padi yang terancam, salah satunya di Kec. Cisitu seluas 5 haktare.

“Untuk tanaman padi yang puso, kita akan berupaya memberikan bantuan benih padi kepada para petani. Karena bantuan benih padi ini dari kantor kementerian, sehingga mohon maklum jika penyalurannya agak lama karena harus diajukan dan diproses terlebih dahulu,” kata Yosep didampingi Koordinator POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) Yoyon Sudianto

Sementara untuk penanganan tanaman padi yang terancam kekeringan dan rusak ringan, kata dia, pihaknya akan segera membantu dengan menyalurkan 30 unit pompa air. Akan tetapi, pemberian bantuan pompa air itu, khusus di lahan sawah yang masih tersedia stor air. Misalnya, lahan sawah yang dekat sungai.

“Kami akan mendata terlebih dahulu, daerah mana saja yang harus diberi bantuan pompa air supaya tanaman padi yang terancam kekeringan bisa terselamatkan. Jadi, antisipasi kekeringan di musim kemarau saat ini, akan difokuskan di lahan sawah yang terancam kekeringan dan rusak ringan. Kondisi tanaman padi yang terancam kekeringan, yakni sumber air di pedesaan yang mulai mengering. Ini harus dibantu dengan pompa air,” tuturnya.

Lebih jauh Yosep menjelaskan, langkah ke depan untuk mengantisipasi kekeringan di musim kemarau, akan diprogramkan pemasangan pipanisasi yang bisa mengairi minimal 20 hektare lahan sawah. Tentunya, program tersebut harus dianggarkan supaya berjalan setiap tahunnya.

“Tahun ini, memang ada pemasangan pipa di beberapa daerah, tapi sebagian besar masih dalam proses pengerjaan. Akan tetapi, jika ada petani yang mendesak memerlukan bantuan pipa untuk mengairi pesawahan, bisa mengajukan kepada kami. Seperti sebelumnya, para petani di Desa Sukatani, Kec. Tanjungkerta. Karena belum ada pompa, mereka meminjam paralon (pipa), saya kasih karena kebutuhannya mendesak,” tutur Yosep. (Adang Jukardi/A-89)*

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/297155

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here