Kasus Korupsi Sapi Cisurat tak Ditangani Serius ?

0

WADO, – Kasus penyelewengan keuangan yang dilakukan oleh bendahara kelompok ternak ‘Hirup-hurip’ Desa Cisurat, Kecamatan Wado dari bantuan program bantuan sosial (Bansos) Pemerintah Pusat dengan kisaran nilai Rp 300 Juta dinilai belum ditangani secara serius oleh pihak terkait.

Pasalnya, kasus tersebut terjadi pada awal Tahun 2012 serta pelakunya pun telah terang-benderang. Namun pada kenyataanya, ternyata sampai saat ini masih tahapan pemeriksaan data-data saja.

“Memasuki dua tahun tapi tetap saja terus memeriksa anggota yang tergabung dalam kelompok ternak. Padahal anggota juga sudah beberapa kali diperiksa dan dimintai data yang sama,” ujar tokoh masyarakat Cisurat yang merasa prihatin atas kejadian tersebut. Karena melihat kondisi anggota yang terus merasa tak nyaman atas hal itu.

Tokoh masyarakat lainnya menyebutkan, kejadian tersebut harus menjadi perhatian khusus, karena jumlah uang yang diselewengkan sangatlah besar. Sehingga harus menjadi pelajaran bagi masyarakat lainnya yang mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Sampai saat ini, kita juga di sini (Cisurat) belum mendengar oknum bendahara itu tertangkap. Padahal kalau saja oknum tersebut cepat ditangkap kan bisa cepat menyelesaikan masalah. Karena yang kami tahu, anggota tidak ada yang berani menyelewengkan uang,” tuturnya, Sabtu (18/1/2014).

Kades Cisurat, Asep Widiana juga melontarkan hal yang sama. Sebenarnya kasus tersebut bisa jadi bumerang bagi desanya. Karena kedepa, akibat adanya kasus tersebut Desa Cisurat bisa tidak dipercaya lagi oleh pihak-pihak pemberi bantuan. “Yang saya sayangkan, kasus ini sampai dua tahun, oknum ben­dahara belum bisa tertang­kap,” ucapnya.

Asep juga me­nye­­butkan, ok­num bendahara, AW memang sudah tidak ada di wilayahnya semenjak membawa kabur uang bantuan ter­sebut.

“Berharap bisa ditangkap secepatnya,” imbuhnya.

Tim teknis bantuan tersebut, Dari Dinas Peternakan dan Perikanan, Kabupaten Su­medang Yeni mengungkapkan sampai saat ini,pihaknya hanya membantu secara data.

Warga Cisurat berharap, kasus tersebut secepatnya bisa terungkap secara terbuka sehingga warga bisa mengetahui, sehingga warga Cisurat terutama yang tergabung dalam kelompok ternak, tak terbebani dengan kasus tersebut. E-35***

Sumber : http://www.kabar-priangan.com/news/detail/12272

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here