Disperindag Temukan Hati Sapi yang Mengandung Cacing

0

KABAR SUMEDANG – Dinas Perindustrian dan Per­da­gangan (Disperindag) Ka­bu­paten Sumedang, berhasil menemukan pedagang pasar yang masih menjual hati sapi mengandung cacing. Temuan ini terkuak saat tim gabungan dari Disperindag, Di­nas Kesehatan, Dinas Peter­na­kan dan Pe­ri­ka­n­an, Satpol PP, dan BKBPP Ka­bu­paten Su­medang, melakukan sidak ke sejumlah pasar medern dan pasar tradisional di wilayah Sumedang, Senin (14/7).

Kepala Disperindag Kabu­pa­ten Sumedang, H. Asep Sudr­a­jat, melalui Kepala Bidang Per­dagangan, Bambang Rosana menuturkan, pedagang yang menjual hati sapi mengandung cacing ini tertangkap basah oleh tim saat melakukan sidak di Pasar Tanjungsari.

“Hari ini kami sudah me­la­kukan sidak ke beberapa pasar modern dan pasar tradisional. Dalam sidak tersebut kami masih menemukan pedagang yang menjual hati mengangdung cacing, alias penyakitan,” kata Bambang.

Karena barang tersebut bisa membahayakan konsumen, ak­hirnya semua hati sapi dagangan itu diamankan oleh tim, dan pedagangnya diberi pe­ri­nga­tan keras supaya tidak menjual barang yang bisa membahayakan kesehatan seperti itu lagi.Kegiatan sidak seperti ini, kata Bambang, memang sengaja dilakukan dalam upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat. Pemkab berharap semua barang dagangan yang beredar di pasaran harus benar-benar aman dan menyehatkan untuk dikonsumsi oleh warganya.

“Intinya Pemerintah me­ngi­nginkan agar semua barang dagangan yang beredar itu benar-benar aman untuk dikonsumsi. Sekaligus untuk memantau pasokan bahan pokok masyarakat sehubungan akan memasuki Lebaran,” katanya.

Dikatakan Bambang, adapun beberapa lokasi pasar modern dan pasar tradisional yang disidak kemarin, antara lain, Pasar Inpres Sumedang Kota, Pasar Wado, Pasar Tan­jung­sari, Jatinangor Town Square dan Griya Sumedang.Dari sek­ian pasar yang di­sidak tersebut, tim hanya mendapat temuan di Pasar Tanjungsari saja, yakni menemukan hati yang mengandung cacing atau penyakitan. E-27***

Sumber: kabar-priangan.com/news/detail/14016

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here