Dinas PU Sumedang akan Rekrut Pegawai Bendung dari Warga Setempat

0

SUMEDANG – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kab. Sumedang akan merekrut para pegawai honor dari kalangan masyarakat. Rekruitmen warga itu untuk dijadikan penjaga bendung, pintu air dan saluran irigasi. Hal itu, supaya saluran irigasi terpelihara sehingga bisa menyuplai air ke areal pesawahan para petani dengan lancar.

“Rekruitmen masyarakat ini sangat penting, untuk menjaga kelancaran saluran itigasi. Sebab, tak dipungkiri relatif banyak saluran irigasi yang rusak sehingga pasokan airnya kurang lancar. Contohnya, mampet akibat tersumbat sampah, tembok salurannya bocor bahkan pintu airnya banyak yang dicuri maling,” kata Kepala DPU Kab. Sumedang, Dr. Ir. Sujatmoko dihubungi di Sumedang, Minggu (6/10/13).

Menurut dia, rekruitmen pegawai honor itu diutamakan masyarakat setempat di sekitar bendung dan saluran irigasi. Satu saluran irigasi membutuhkan tiga orang pegawai, masing-masing untuk penjaga bendung, pintu air serta saluran irigasi. Pendidikannya cukup lulusan SD dan usianya di atas 40 tahun.

“Kalau lulusan sarjana biasanya gengsi dan yang usianya di atas 40 tahun cenderung punya tanggungjawab dan kesadaran untuk memelihara bendung dan saluran irigasi. Cukup diberikan cangkul dan alat lainnya, mereka bekerja dari pukul 5.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB. Dengan gaji per bulan sekitar Rp 500.000, saya yakin warga banyak yang mau. Apalagi warga yang membutuhkan pekerjaan,” kata Sujatmoko.

Rekruitmen itu, kata dia, kebutuhannya mendesak. Sebab, dari 1.035 saluran irigasi yang mengairi 46.000 haktare sawah di Kab. Sumedang, hampir 60 persen kondisinya rusak. Bahkan sekitar 400 unit pintu air, hilang dicuri maling. Selain karena tidak ada penjaga pintu air, bahan besi bajanya pun sangat menggiurkan laku dijual. “Kurang terpeliharanya kondisi saluran irigasi itu, sedikitnya memengaruhi kekeringan sawah dan menyusutnya saluran irigasi saat ini,” ujarnya.

Akan tetapi, musibah kekeringan di musim kemarau, secara umum akibat dampak terjadinya perubahan ekosistem lingkungan. Dari asalnya hijauan, kini berubah menjadi pemukiman. Akibatnya, sungai mengering, mata air menyusut bahkan petani tak punya uang untuk membuat sumur dalam. Tak pelak, dampaknya pesawahan petani dilanda kekeringan,

“Padahal, kita ini memprogramkan swasembada beras. Oleh karena itu, untuk memprogramkan swasembada beras khususnya di Sumedang, harus membenahi pangkalnya dulu yakni menjamin ketersediaan air melalui terpeliharanya saluran irigasi. Dengan rekruitmen para pegawai honor ini, mudah-mudahan bisa menekan berbagai dampak tersebut,“ tutur Sujatmoko.

Sujatmoko menambahkan, rekruitmen pegawai honor penjaga bendung, pintu air dan saluran irigasi itu, seperti halnya dulu sebelum otonomi derah (otda) sempat diterapkan oleh provinsi di semua daerah kabupaten. Dulu, para pegawai honor digaji dan diberi peralatan oleh provinsi untuk memelihara saluran irigasi.

“Mengingat rekruitmen pegawai honor penjaga bendung oleh provinsi itu sangat baik, sehingga kita akan menerapkannya di Sumedang. Tak perlu diangkat jadi PNS, yang penting digaji,” tuturnya. (A-67/A-108)***

 

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/253878

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here