Dewan Minta Pemkab Sumedang Perbesar Anggaran untuk Program SLTA Gratis

0

SUMEDANG, – Komisi C DPRD Kab. Sumedang meminta Pemkab Sumedang mengajukan anggaran yang lebih besar lagi untuk membiayai program sekolah SLTA gratis tahun depan. Sebab, anggaran sekitar Rp 1,8 miliar yang dialokasikan pada perubahan APBD tahun 2013, belum bisa membebaskan sepenuhnya biaya SPP untuk semua sekolah SLTA.

Bahkan dengan anggaran sebesar itu, nilai subsidi untuk program tersebut dipukul rata Rp 114.000 per siswa per bulan. Sementara fakta di lapangan, masih banyak sekolah yang SPP-nya jauh di atas Rp 114.000 per siswa per bulan. Contohnya, SPP di SMAN 1 Sumedang mencapai Rp 250.000 per siswa per bulan dan SMAN 3 Sumedang Rp 175.000 per siswa per bulan.

Dikarenakan nilai subsidinya lebih kecil dari biaya SPP di sekolah, sehingga ada sejumlah sekolah yang terpaksa harus memungut kekurangan subsidi kepada orang tua siswa.

“Bahkan, SMAN 1 Sumedang menolak program SLTA gratis itu karena subsidinya terlalu kecil. Seandainya program itu diterapkan, tetap saja harus memungut sisa kekurangan subsidinya kepada orang tua siswa. Oleh karena itu, supaya SPP untuk semua sekolah SLTA dibebaskan sepenuhnya, anggarannya harus diperbesar lagi. Jadi tahun depan, tidak terdengar lagi ada sekolah yang memungut sisa kekurangan subsidi SPP kepada orang tua siswa,” kata Ketua Komisi C DPRD Kab. Sumedang, drg. Rahmat Juliadi di Sumedang, Minggu (20/10/13).

Menurut Rahmat, meski program SLTA gratis untuk tahun ini dipukul rata Rp 114.000 per siswa per bulan, untungnya hanya berlaku tiga bulan yakni dari Oktober sampai Desember nanti. Selain program tersebut baru digulirkan Juli lalu dan diberlakukan mulai Oktober, juga anggarannya sangat terbatas. Anggarannya dialokasikan dari perubahan APBD 2013 sekitar Rp 1,8 miliar. “Nah, mudah-mudahan untuk pelaksanaan program sekolah SLTA gratis tahun depan, subsidinya disesuaikan dengan biaya SPP di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Guna memperbesar anggaran untuk program SLTA gratis tahun depan, lanjut dia, konsekuensinya Pemkab Sumedang harus melakukan efisiensi pada pengajuan anggaran murni APBD 2014. Bahkan bila perlu, mencoret anggaran untuk kegiatan atau program yang bukan prioritas. Sebab, diyakini nilai APBD 2014 pun sangat terbatas.

“Tentunya, pemda termasuk DPRD harus sepakat untuk melakukan efisiensi dan pemangkasan anggaran yang bukan prioritas. Upaya itu, untuk menambah anggaran guna membiayai program SLTA gratis tahun depan,” tutur Rahmat.

Ia menambahkan, hingga saat ini, RAPBD tahun 2014 masih dalam pembahasan. Namun, berapa total anggaran yang diajukan Pemkab Sumedang untuk membiayai program SLTA gratis tahun depan, belum diketahui. Diharapkan, APBD 2014 sudah ditetapkan Desember nanti. Dengan begitu, anggaran untuk membiayai program SLTA gratis sudah bisa diserap Januari 2014.

“Kalau pun terlambat karena mekanime pengganggaran, mudah-mudahan keterlambatannya hanya sebulan atau Februari 2014 sudah bisa diserap. Untuk biaya operasional sekolah bulan Januari, sementara bisa ditutupi dengan dana talangan. Teknis pembayaran dari APBD, nanti bisa dirapelkan,” katanya. (A-67/A-108)***

 

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/255582

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here