Caleg di Sumedang tak Manfaatkan Kampanye Terbuka

0

KABAR SUMEDANG – Sejak kampanye terbuka dimulai pada Minggu (16/3/2014) lalu, belum terlihat ada kampanye terbuka dengan menggelar arak-arakan, pawai, atau panggung terbuka di kawasan Sumedang.

Pada pemilu legislatif kali ini, para caleg memilih kampanye berupa menggelar pertemuan dengan warga. Padahal, KPU sudah memberikan jadwal untuk melakukan kampanye terbuka.

“Sekarang memang berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya, pelaksanaan kampanye terbuka tidak lagi diiringi banyak arak-arakan kendaraan bermotor dan panggung hiburan terbuka. Para caleg sudah memahami bahwa metode kampanye dengan panggung orasi dan hiburan di lapang terbuka, tidak lagi efektif bagi peroleh suara,” kata Zulkipli M Ridwan, caleg Partai Hanura, Kamis (20/3/2014).

Selain tak efektif, Zulkipli menyebutkan, biaya yang dikeluarkan pun relatif lebih tinggi. Padahal hasilnya tidak sebanding dengan perolehan suara. Dengan menggelar pertemuan, dia berharap mampu membangun jaringan silaturahmi langsung kepada masyarakat pemilih.

Hal itu diamini caleg dari Partai Bulan Bintang, N Siti Nurani Sofa. Menurut dia, dari hasil evaluasi, metode kampanye terbuka boros biaya. “Sementara hasilnya tidak efektif,” kata Siti.

Di satu sisi, lanjutnya, semakin hari rakyat pemilih semakin paham dan dewasa bahwa kampanye bukan lagi ajang untuk mempertontonkan kekuatan mobilisasi massa.

“Tapi seberapa mampu partai atau caleg mau berkomunikasi dan mengambil hati rakyat pemilih sehingga menentukan pilihannya kepada partai atau caleg yang bersangkutan,” ujar Siti.

Kampanye model ini juga turut dilakukan partai-partai besar seperti PPP, Golkar, dan PDIP. Para caleg dari partai ini pun mengakui jika sekarang bukan lagi zamannya melakukan kampanye dengan arak-arakan kendaraan.

Parpol hanya akan melakukan kampanye terbuka pada penutup dari rangkaian proses sosialisasi sebelumnya.

“Kampanye terbuka akan kami lakukan di penutup jadwal kampanye saja agar berbekas dan ramai, sementara selebihnya kami melakukan pertemuan terbatas ke beberapa kelompok atau perkumpulan. Selain untuk menjalin silaturahmi, juga lebih dapat menerima berbagai masukan dan saran dari masyarakat,” kata Jafar Sidik, caleg dari Partai Golkar. [hus]

Sumber : http://www.inilahkoran.com/read/detail/2084660/caleg-di-sumedang-tak-manfaatkan-kampanye-terbuka

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here