Bidan di Sumedang Mengeluh Klaim JKN Belum Cair

0

KABAR SUMEDANG – Bidan di Sumedang kian mengeluh akibat belum diterimanya dana klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atas tindakan persalinan yang sudah dilakukan bidan kepada pasiennya.

Dana ini belum diterima sejak Januari 2014 ketika JKN-BPJS pertama kali digulirkan, lalu menyusul telah terbitnya Permenkes No 19 Tahun 2014 tentang Penggunaan Dana Kapitasi JKN untuk Pelayanan Kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Akibatnya dana ini kini tertahan di kas daerah.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sumedang Ratnawulan membenarkan bidan di Sumedang belum menerima dana klaim JKN atas biaya persalinan. Menurut informasi dari Dinas Kesehatan, dana ini sudah turun dari BPJS namun masih tertahan di kas daerah.

“Kami sudah beberapa kali membahas adanya keterlambatan ini, terakhir, menurut informasi dari Dinas Kesehatan, BPJS sudah membayar dana klaim ini ke kas daerah Sumedang tapi tertahan akibat adanya Permenkes ini. Sudah banyak bidan yang mengeluh. Padahal itu hasil keringat bidan,” kata Ratnawulan, Rabu (2/7/2014).

Sekretaris Dinas Kesehatan dr. Ana T Sabana membenarkan kondisi ini. Menurutnya, adanya aturan baru tentang penggunaan dana kapitasi JKN tidak hanya berpengaruh pada keterlambatan pembayaran jasa persalinan kepada bidan, melainkan banyak yang terdampak.

Namun sejauh ini, pihak Dinkes sudah berupaya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah agar dana tersebut segera bisa sampai kepada para tenaga medis yang berhak yang memang sudah melakukan tugasnya dan layak dibayar.

“Hari ini, pimpinan dinas pun sedang mengurus dana ini ke pusat, agar segera bisa diterima oleh yang berhak, namun sebenarnya bukan hanya bidan yang terdampak dengan munculnya aturan ini, puskesmas pun secara keseluruhan terdampak, tapi kami tetap mengurusinya dengan sedemikian rupa,” kata Ana.

Ana membenarkan dana ini sebagian sudah ada di kas daerah. Namun, dengan alasan ketepatan pencairan uang sesuai dengan aturan yang berlaku, uang tersebut belum bisa diterima puskesmas untuk selanjutnya diberikan ke bidan dan tenaga medis lainnya yang berhak.

Meski terhambat, dia menegaskan puskesmas masih optimal melakukan pelayanan karena dana rutin operasional pelayanan kesehatan dari APBD Sumedang untuk program pelayanan kesehatan gratis masih berlangsung lancar.

Hanya saja, seiring dengan diberlakukannya JKN sejak Januari 2014, banyak pelayanan kesehatan yang dibiayai oleh BPJS karena membeludaknya peserta JKN-BPJS, sementara biaya atas pelayanan ini mengalami kendala. Sehingga, seolah-olah puskesmas atau tenaga medis lainnya kekurangan biaya pelayanan. [hus]

Sumber: inilahkoran.com/read/detail/2116096/bidan-di-sumedang-mengeluh-klaim-jkn-belum-cair

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here