Berniat Jual Cengkeh Malah Dapat Musibah

0

Kecelakan Mobil Terseret Longsor

mobil tertimbun longsor

KABAR SUMEDANG – Mungkin tidak pernah terbayangkan dibenak Deni (34), sopir mobil minibus yang terjun ke dasar jurang sedalam 50 meter, di Dusun Citangkalak Desa Sukahayu Kec.Rancakalong Kab.Sumedang, Minggu (13/4), jika hari itu merupakan terakhir kali kebersamaanya dengan Tatin (34) dan Abib (7), istri serta anak semata wayang yang dicintainya.Kejadian tragis itu berawal, saat mereka sekeluarga dengan menggunakan mobil kesayangannya, bermaksud untuk menjual cengkeh, dari rumahnya di Dusun/Desa/Kec.Rancakalong menuju pusat jual beli hasil bumi di wilayah Sumedang Kota.Saat mobil keluar dari pekarangan rumah, tidak ada firasat sedikitpun yang dirasakan Deni. Karenanya, meski waktu itu hujan yang mengguyur sepanjang perjalan sangat lebat, namun tidak menyurutkan niat mereka.

Sejak dari rumah, hujan sudah lebat. Tetapi hal itu, tidak menyurutkan kami, untuk tetap melanjutkan perjalanan. Apalagi, situasi seperti ini, sudah terbiasa atau sering saya alami,” ujar Deni, yang nampak berkaca-kaca, di hadapan jenazah istrinya yang sudah dipulasara, di rumah mertuanya, yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian.

Menurut Deni, dibeberapa titik jalan yang dilaluinya, terdapat longsoran kecil dari tebing bagian kanan jalan (dari arah Rancakalong-red). Melihat kejadian itu, diapun berusaha tetap tenang untuk mengemudikan mobil. Seketika itu, tiba disekitar lokasi kejadian, terjadi longsor pada tebing jalan, yang menyebabkan mobil yang mereka tumpangi terseret hingga terjun ke dasar jurang. “Saya baru tersadar setelah terpental ke luar mobil di dasar jurang,” ucapnya, lirih.

Seketika itu, dengan sekuat tenaga dan menahan rasa sakit, tutur Deni, dia berusaha untuk mencari keberadaan istri dan anaknya. Setelah mencari kesana-kemari termasuk dengan menggali dan membongkar bongkahan longsor yang menempel di tebing, Deni akhirnya berhasil menemukan istrinya, yang sudah tidak bernyawa.

Lantas Deni membopong mayat istrinya, ketempat yang aman, agar tidak tertimpa longsor susulan. Setelah itu, Deni meneruskan untuk mencari anaknya. Tetapi karena sudah lelah, dan hari terus merangkak menjelang sore, Deni pun memutuskan untuk mencari bantuan, kepada warga yang berada disekitar lokasi kejadian.

“Saya, gagal menemukan anak saya. Dan saya belum mengetahui apakah anak saya masih hidup atau sudah meninggal. Kini hanya satu yang saya pinta, mudah-mudahan ada keajiban, anak saya bisa ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya lirih.(del)GM

Sumber:http://www.klik-galamedia.com/berniat-jual-cengkeh-malah-dapat-musibah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here