Belum Tertangani dengan Maksimal

0

BERBAGAI bencana alam yang terjadi di Kab. Sumedang hingga saat ini belum sepenuhnya tertangani maksimal oleh pemerintah. Kondisi itu tidak luput dari keterbatasan anggaran. Di samping itu, ada beberapa lokasi kejadian, khususnya pascapenanganan banjir, yang harus dilakukan secara bersama-sama dengan daerah lain.

Misalnya untuk penanganan pascabencana banjir yang kerap melanda wilayah Kec. Cimanggung, Kab. Sumedang. Banjir yang terjadi di wilayah itu diakibatkan luapan Sungai Cikijing yang mengalir ke wilayah Kab. Bandung. Sedangkan penyebabnya pendangkalan dan penyempitan badan sungai.

Sehingga bila terjadi hujan deras yang berlangsung lama di bagian hulu maka sudah dipastikan permukiman yang ada di sekitar bantaran sungai akan kebanjiran. “Untuk saat ini upaya yang yang selalu kami lakukan, setiap terjadi banjir di wilayah tersebut, baru sebatas penanggulan darurat. Seperti menyediakan tenda pengungsi, dapur umum, pos kesehatan, dan menyiapkan perahu karet pemenuhan air bersih,” kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Badan Kesatuan Bangsa Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana (BKBPM dan PB) Kab. Sumedang, Enang Mustopa S.E.

Sedangkan untuk penanganan pascabencana itu seharusnya menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Hal itu mengingat aliran Sungai Cikijing berada di wilayah dua daerah.

Namun demikian tidak berarti pemerintah daerah berpangku tangan. Berbagai langkah konkret sudah dilakukan seperti meninggikan tanggul dan melakukan pengerukan. Hanya saja, upaya penanganannya dilakukan sesuai dengan kemampuan anggarana.

“Kalaupun anggarannya ada, tentunya penanganan Sungai Ciking itu harus dilakukan secara bersama-sama dengan Kabupaten Bandung. Sebab misalnya jika hanya di daerah Sumedang yang dikeruk atau dilakukan normalisasi, maka bila terjadi hujan deras, tidak menutup kemungkinan arah aliran sungai tersebut akan berbalik,” ujarnya.

Cadas Pangeran

Sementara terkait penanganan bencana longsor, khususnya yang terjadi sekitar Kawasan Cadas Pangeran, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Di antaranya Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja hingga ke masing-masing kecamatan.

Menurutnya, koordinasi sangat penting untuk memudahkan memberikan bantuan atau pertolongan. “Terutama pada musim hujan seperti sekarang, bencana longsor dan banjir berpotensi terjadi di beberapa tempat. Untuk itu, koordinasi dengan sejumlah institusi terkait, guna mengantisipasi kejadian yang tidak diharapkan, terus kami tingkatkan,” imbuhnya.

(ade hadeli/”GM”)**

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/belum-tertangani-dengan-maksimal

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here