300 Warga Jatinangor Akhirnya akan Nyoblos di Kab. Bandung

0

KABAR SUMEDANG, JATINANGOR – Panitia Pengawas Lapangan (P2L) Kec. Jatinangor, Bambang Harsono menegaskan, jelang pelaksanaan pemilihan umum legislatif 9 April 2014, sekitar 300 warga (73 kepala keluarga) yang berdomisi di Komplek Abdi Negara RW 17 Desa Cipacing, Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang, sudah dimasukkan dalam daptar pemilih tetap (DPT) Kab. Bandung. Mengingat ratusan warga itu, identitas kartu tanda kependudukan dan kartu keluarganya dikeluarkan Pemkab. Bandung.

“Sehingga mereka diharapkan bisa mengikuti pencoblosan pada pemilihan umum legislatif 9 April 2014. Yang sebelumnya, DPT mereka dikabarkan belum jelas,” kata Bambang di Kampus IPDN Jatinangor, Kamis (13/3/14).

Ditegaskannya, mereka bisa melakukan pencoblosan di Kab. Bandung karena sudah tercatat di DPT Kab. Bandung. Hal itu diketahui setelah dirinya melakukan pengecekan dan koordinasi dengan penyelenggara pemilihan umum di Kab. Bandung. “Kami sudah melakukan pengecekan ke lapangan, termasuk koordinasi dengan pihak penyelenggara pemilu yang ada di Kab. Bandung,” katanya.

Tetapi jika dilihat secara geografis, kata Bambang, ratusan warga itu masuk Desa Cipacing, Kec. Jatinangor. Ketika disinggung apakah DPT mereka bisa dialihkan ke DPT Kab. Sumedang? Bambang mengatakan, terlalu berisiko jika DPT mereka dimasukkan ke Kab. Sumedang saat ini. Apalagi saat ini sudah mendekati pelaksanaan pileg.

“Kami menghawatirkan rawan terjadi proses hukum dan komplik kepentingan. Misalnya, ada gugatan dari pihak lain,” katanya.

Selain itu, kata dia, jika DPT mereka diurus dan masuk ke Kab. Sumedang dihawatirkan terjadi persoalan di lapangan yang dapat menghambat pelaksanaan pileg. Misalnya dihawatirkan ada gugatan dari pengurus partai politik atau dari para calon anggota legislatif. Soalnya, DPT mereka sudah dimasukkan pada DPT Kab. Bandung.

Bambang juga turut menyayangkan kenapa persoalan DPT itu tidak diselesaikan sejak dulu. Seharusnya, kata dia, jika melihat teritorial mereka harus masuk DPT Kab. Sumedang.

“Karena domisili mereka ada di Kab. Sumedang. Tapi ini DPT nya masuk Kab. Bandung,” katanya. Bambang mengatakan, pasca pelaksanaan pileg maupun pemilihan presiden mendatang, DPT mereka akan diurus oleh pihak pemerintahan setempat. “Untuk mengurus DPT itu, akan dibentuk sebuah tim. Hal itu untuk mempersiapkan pelaksanaan pemilu mendatang, supaya mereka bisa mencoblos sesuai dengan domisili,” katanya.

Dalam proses pengurusannya, kata Bambang, akan melibatkan aparat RT, RW dan aparat desa hingga Pemkab. Sumedang. Termasuk berkoordinasi dengan pemerintahan yang mengeluarkan identitas kependudukan dan kartu keluarga mereka dari Pemkab. Bandung.

“Tidak menutup kemungkinan, dalam pengurusan berkasnya melibatkan jajaran di Provinsi Jabar. Soalnya, dalam pengurusan DPT itu melibatkan dua kabupaten,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 73 kepala keluarga atau lebih dari 300 jiwa di Komplek Abdi Negara RW 17 Desa Cipacing, Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang, hingga Jumat (28/2) belum masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) jelang pemilihan umum legislatif (Pileg) 9 April 2014. Mereka terancam tak bisa memanfaatkan suaranya untuk mendukung dan mensukseskan pesta demokrasi tersebut.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Ketua RW 17 Maman Tarsiman kepada wartawan di lingkungan komplek tersebut. Menurutnya, pada saat itumereka belum ada kejelasan, apakah bisa menggunakan hak pilihnya atau tidak.

“Dihawatirkan, ratusan warga itu tak bisa mencoblos pada pileg mendatang,” keluh Maman didampingi Ketua RW 17, Anton dan sejumlah warga lainnya. (kos)GM

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/300-warga-jatinangor-akhirnya-akan-nyoblos-di-kab-bandung

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here