300 Ribu Warga Miskin di Kab. Sumedang akan Didaftarkan ke BPJS

0
BUPATI Sumedang H. Ade Irawan didampingi Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sumedang Adrika Wendi (kedua kiri) dan Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional V Jabar, Yenni Wyhartini, (kanan), secara simbolis melakukan gunting pita pada Peresmian Gedung BPJS Kesehatan Cabang Sumedang di Jalan Kartini, Sumedang, Kamis (26/2/2015).*

KABAR SUMEDANG – Dinas Kesehatan Kab. Sumedang akan mendaftarkan 300.000 warga miskin menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Warga miskin sebanyak itu yang sebelumnya tidak termasuk penerima Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dari pemerintah pusat dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dari Pemkab Sumedang.

“Warga miskin yang 300.000 orang ini yang kita sebut kelompok masyarakat miskin bebas biaya. Walaupun mereka sebelumnya tidak termasuk penerima Jamkesmas dan Jamkesda, tapi pelayanan kesehatannya dibebaskan dari biaya. Mengingat mereka juga warga miskin, sehingga kami akan segera mendaftarkannya ke BPJS Kesehatan. Biayanya ditanggung oleh pemerintah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kab. Sumedang, H. Agus Rasjidi usai menghadiri acara “Peresmian Gedung BPJS Kesehatan Cabang Sumedang” di Jalan Kartini, Sumedang, Kamis (26/2/2015).

Peresmian gedung BPJS Kesehatan Cabang Sumedang itu, secara simbolis dilakukan oleh Bupati Sumedang H. Ade Irawan dengan pemukulan gong dan gunting pita. Acara tersebut dihadiri Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional V Jabar, Yenni Wyhartini, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sumedang Adrika Wendi, sejumlah kepala dinas dan SKPD di lingkungan Pemkab Sumedang, perwakilan serikat pekerja serta tamu undangan penting lainnya.

Menurut Agus, meski warga miskin yang 300.000 orang itu belum termasuk penerima Jamkesmas dan Jamkesda, sejak 2007 lalu mereka sudah mendapatkan pelayanan kesehatan dasar secara gratis di puskesmas. Cukup dengan membawa KTP dan KK (kartu keluarga) mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di puskesmas.

“Pendaftaran mereka ke BPJS, untuk mengejar target tahun 2019 semua penduduk di Kab. Sumedang sebanyak 1,2 juta jiwa harus sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan. Namun, mengingat pendataan kepesertaan BPJS Kesehatan harus lengkap sesuai by name by addres, sehingga mereka akan didata kembali secara akurat,” tuturnya.

Dikatakan, untuk warga miskin lainnya yang sebelumnya masuk ke dalam kuota Jamkesmas dan Jamkesda, secara otomatis sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan. Dalam kepesertaan BPJS Kesehatan, mereka termasuk ke dalam kelompok PBI (Penerima Bantuan Iuran). Warga miskin yang sebelumnya masuk ke dalam kuota Jamkesmas sebanyak 13.000 orang dan Jamkesda sebanyak 110.000 orang.

“Mereka sudah terlindungi pelayanan kesehatannya melalui kuota Jamkesmas dan Jamkesda yang kini secara otomatis menjadi peserta BPJS Kesehatan,” tuturnya. (Adang Jukardi/A-88)***

Sumber: pikiran-rakyat.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here