250 PKL Direlokasi

0

SUMEDANG – Sedikitnya 250 pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini menduduki Alun-alun Kab. Sumedang, Minggu (29/12), direlokasi ke kawasan wisata Gunung Kunci di Kel. Kota Kulon, Kec. Sumedang Selatan dan kompleks Pacuan Kuda di Kel. Kota Kaler, Kec. Sumedang Utara, Minggu (29/12).

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun “GM”, di lokasi yang baru itu mereka menempati kios yang sudah disiapkan oleh Pemkab Sumedang. Di samping itu, bagi mereka yang pindah ke kawasan Gunung Kunci diberi bantuan modal usaha masing-masing sebesar Rp 10 juta dan yang ke Pacuan Kuda Rp 25 juta.

Relokasi ratusan PKL itu mendapat perhatian banyak pihak, termasuk dari kalangan pejabat. Bahkan Plh. Bupati Sumedang, Drs. H. Ade Irawan, M.Si., terlibat langsung dalam kegiatan relokasi itu. Bupati ikut membantu mendorong gerobak salah satu PKL dari alun-alun ke kawasan Gunung Kunci. Tidak hanya itu, Plh. Bupati juga tampak bersemangat menyapu sampah dibekas lapak yang sudah ditinggalkan PKL.

“Diharapkan di tempat yang baru, usaha mereka bisa lebih berkembang. Karena dibandingkan dengan tempat sebelumnya, lokasi sekarang sangat strategis untuk berjualan. Di samping itu, sekarang mereka sudah memiliki tambahan modal, yang diperoleh dari bantuan pemerintah daerah,” kata Ade Irawan.

Dijelaskannya, relokasi ratusan PKL itu sejalan dengan rencana Pemkab Sumedang untuk memfungsikan alun-alun sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Untuk mewujudkan rencana tersebut, kini berbagai kegiatan dilokasi terus dilakukan. Mulai dari penataan taman, kolam air mancur, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Cat pagar

Tidak hanya itu, sebagai bentuk keseriusan rencananya hari ini, sejumlah pejabat struktural di lingkup Pemkab Sumedang dipimpin langsung Plh. Bupati akan melakukan pengecatan pagar alun-alun.

“Saat ini, perkembangan pemukiman khususnya di wilayah perkotaan, begitu pesat. Seiring dengan itu, keberadaan lahan kosong, terus menyempit. Oleh sebab itu, maka pemerintah memandang penting untuk mempertahankan dan memfungsikan alun-alun sebagai RTH. Tentunya kebijakan ini harus diterapkan di seluruh alun-alun, yang ada di tiap-tiap kecamatan,” tandasnya.

Setelah alun-alun selesai ditata, masyarakat dapat menikmatinya untuk berbagai aktivitas seperti untuk refreshing (mencari angin segar) dan olah raga. Selain itu, masyarakat diajak untuk turut menjaga dan memelihara sejumlah fasilitas yang ada.

“Kami tidak menghendaki adanya keisengan dari segelintir orang, yang dapat menimbulkan terjadinya kerusakan beberapa fasilitas yang ada. Namun sebaliknya, masyarakat harus ikut menjaga dan memelihara keberadaan alun-alun ini, sehingga manfaatnya bisa dirasakan,” ujarnya.

Untuk menghindari terjadinya kerusakan, ke depannya Pemkab Sumedang tidak akan mengizinkan adanya even hiburan dan kegiatan sejenisnya di dalam Alun-alun Kab. Sumedang. Pun halnya, pada perayaan Tahun Baru, yang biasanya selalu dipusatkan di lokasi tersebut, sekarang dialihkan ke kawasan Gedung Induk Pusat Pemerintahan (GIPP) Kab. Sumedang di Jln. Prabu Gajah Agung, Kel. Situ, Kec. Sumedang Utara.

“Perayaan pergantian Tahun Baru 2014, tidak lagi digelar di alun-alun, tapi di GIPP. Namun masyarakat seperti biasa akan disuguhi berbagai macam hiburan, seperti pagelaran musik etnik pelajar dan mahasiswa, serta pesta kembang api. Sedangkan di pengujung acara kami akan melakukan doa dan dzikir bersama,” imbuhnya. (B.108)**

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/250-pkl-direlokasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here