2.000 Pemilih di Kampus IPDN Tak Perlu Pulang Kampung

0

KABAR JATINANGOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang menyatakan siap menggelar Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014, 9 April 2014 mendatang. Kesiapan tersebut termasuk pelaksanaan pencoblosan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Demikian dilontarkan Ketua KPU Kabupaten Sumedang, Asep Kurnia usai Rapat Koordinasi dengan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Sumedang di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor, Jumat (21/2).

“Di lingkungan IPDN ada lebih dari 2.000 pemilih. Mereka berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Supaya mereka bisa memilih di Kabupaten Sumedang, kita sudah lapor dan mengoordinasikannya dengan KPU Jawa Barat dan diinformasikan ke KPU Pusat,” kata Asep.

Dijelaskannya, persiapan pelaksanaan pencoblosan di kampus IPDN harus ditangani serius. Untuk mengantisipasi kemungkinan penambahan jumlah pemilih, termasuk yang berada di lingkungan IPDN, Asep memastikan, KPU Kabupaten Sumedang sudah menyiapkan surat suara cadangan sebanyak 2 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT).

“Jumlah pemilihnya sekitar 800.000. DPT Kabupaten Sumedang sedang dimutakhirkan,” tegasnya.

Asep menambahkan, pada Pileg 2014 nanti, KPU Kabupaten Sumedang menargetkan di atas 78-80 persen pemilih menyalurkan hak suaranya. Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, katanya, upaya sosialisasi terus digencarkan KPU Kabupaten Sumedang.

Salah satu poin yang gencar disosialisasikan adalah warga yang namanya tidak ada dalam DPT masih bisa mencoblos dengan memperlihatkan KTP. “Untuk mensosialisasikan hal itu, kita juga melibatkan relawan,” katanya.

Rp 5 miliar

Kesiapan melaksanakan Pileg 2014 juga dilontarkan Bupati Sumedang Ade Irawan. Salah satu bentuk kesiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang menghadapi Pileg 2014 adalah alokasi anggaran sebesar Rp 5 miliar. “Anggarannya sudah disiapkan,” tegasnya.

Mantan Ketua DPRD Kota Cimahi ini menjelaskan, anggaran yang dialokasikan disiapkan untuk kepentingan sosialisasi dan pengamanan Pileg 2014. Berkat sosialisasi yang gencar, Ade mengklaim, pelanggaran calon anggota legislatif, terutama menyangkut alat peraga kampanye sangat minim.

“Kita juga mengharapkan partisipasi masyarakat 100 persen dalam pelaksanaan pileg nanti,” harapnya. (B.105)**

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/tak-perlu-pulang-kampung

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here